Suara.com - Hujan deras yang mengguyur Ibu Kota pada Senin (4/3/2019) malam hingga Selasa (5/3/2019) pagi kemarin menyebabkan beberapa titik Jakarta banjir. Banyak warganet yang membandingkan penanganan banjir saat era kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta saat ini Anies Rasyid Baswedan dengan gubernur sebelumnya Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok.
Merujuk pada informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, setidaknya ada beberapa titik bnjir yang ditemukan akibat hujan deras yang mengguyur Jakarta. Titik Jakarta banjir yang menggenangi Ibu Kota antara lain, Green Garde, Pluit, Kedoya, Greenvile, Marunda, Penjaringan, Mangga Dua, Kampung Melayu, Grogol, Tanjung Duren, Kamal Muara, Kapuk Cengkareng, Pesing dan Kelapa Gading.
Tak sedikit warganet yang kesal dan mengunggah beberapa foto penampakan banjir di Ibu Kota. Tingginya genangan air menyebabkan warga kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari.
Bahkan tak sedikit pula sepeda motor maupun mobil yang memaksa menerobos banjir justru berakhir mogok. Alhasil, mereka terpaksa mendorong kendaraan mereka menuju bengkel terdekat.
Menghadapi banjir ini pun membuat warganet membaning-bandingkan tindakan tegas kepemimpinan Anies Baswedan dengan Ahok terdahulu. Tak sedikit warganet menyayangkan sikap Anies yang dinilai kurang tegas dalam mengantisipasi banjir.
“Sekarang mah gak boleh nyalahin gubernurnya, salahin airnya,” kata rezawayn.
“Jakarta semakin baik. Maju kotanya bahagia warganya (lu doang kale) Saya bukan kampret atau cebong, Cuma jujur masih lebih baik jaman gubernur yang sebelumnya,” ungkap @iwanrizky_p.
“Awalnya di tempat tinggal gue Kapuk Cengkareng emang sering banjir. Tapi sejak ditertibkan 2015 gak pernah banjir. Baru kali ini gue alamin banjir yg udah lama gak ada. Hmm simpulkan sendiri,” cuit @nugroho.ibnu19.
“Coba jaman Pak Ahok abis dan ini diserbu netizen,” kicau @sptrayay.
Baca Juga: Masalah Pribadi, Demokrat Lepas Tangan di Kasus Narkoba Andi Arief
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Krisis Imigran Maroko ke Spanyol Disorot, Dugaan Ada Campur Tangan Israel
-
Kisah Haru Lia di Sekolah Rakyat, Untuk Pertama Kalinya Mengenakan Seragam Baru
-
Harga Cuma Rp1 Jutaan, 5 HP Ini Punya Kamera di Atas Ekspektasi
-
Telan Anggaran Rp 3,82 Triliun, Purbaya Minta Fasilitas Sekolah Rakyat Layak Dipakai
-
Kapal Mutiara Sentosa Terbakar di Perairan Madura, Penumpang Terjun ke Laut
-
Kinerja Ekspor Industri Tekstil RI Diproyeksi Moncer pada 2027, Tumbuh hingga 4%
-
Disumbang Pemerintah, Laba Bersih Pupuk Indonesia Meroket 250,3% di Semester I-2026
-
Pemda Guyur Anggaran Rp 500 Juta buat Alokasi Pendidikan
-
Ironi Ruang Kota: Ketika Mal Harus Terbuka, tapi "Rumah Rakyat" Dipagari Kawat Berduri
-
Tekiro Cetak Sejarah Dunia Lewat Kompetisi Mekanik Terbesar di GIIAS 2026