Suara.com - Kaum perempuan atau emak-emak di Depok mendapatkan honor Rp 100 untuk melipat surat suara perlembarnya. Mereka diberikan tugas itu dari Komisi Pemilihan Umum atau KPU Kota Depok.
Hal ini menjadi lahan rezeki bagi para emak-emak atau ibu rumah tangga di kota tersebut yang dilaksanakan karena mayoritas kebanyak petugas pelipatan ibu rumah tangga dan remaja sebanyak 400 orang.
Diana (35) warga Kecamatan Sukmajaya memanfaatkan pelipatan suara pemilihan ini untuk menambah pemasukan kehidupan sehari-hari. Diana mengaku ikut serta menjadi petugas bersama saudara dan teman-temanya dari Sukmajaya.
"Sudah dua kali jadi petugas pelipatan surat suara. Tahun ini dan 2014 lalu, buat tambahan pemasukan," kata Diana kepada Suara.com, Senin (11/3/2019).
Diana melaksanakan tugasnya bekerjasama dengan saudaranya untuk cepat selesai dan menghasilkan surat suara yang dilipat banyak. Dia mengaku bahwa info upah didapat dari KPU Depok satu lembar surat suara sebanyak Rp 100.
"Semakin banyak surat suara yang dilipat, semakin banyak perolehan uangnya," ucap Diana.
Selain Diana, juga ada Fatmawati (40) warga Kecamatan Pancoran Mas ikut menjadi petugas pelipatan surat suara. Ibu dua anak ini pun mengaku berlomba-lomba menperbanyak lipatan guna mendapatkan upah banyak.
"Saya dapat info dari temen juga ada kesempatan jadi petugas langsung ke kantor KPU ambil fomulir dan menyerahkan foto copy KTP, " kata Fatmawati.
Ketua KPU Depok Nana Sobarna mengatakan, pelipatan surat suara melibatkan sebanyak 400 petugas. KPU Depok menargetkan tuntas melakukan penyortiran dan pelipatan surat suara selama 10 hari kedepan yakni pada 21 Maret 2019.
Baca Juga: Mahfud MD Duga Andi Arief Pakai Narkoba saat Debat Hoaks 7 Surat Suara
"Kita juga sudah memberikan pengarahan apa saja yang menjadi tugas mereka. Kemudian mereka juga diberikan pemahaman tentang kategori-kategori surat suara yang rusak yang bagaimana," ujarnya.
Nana menambahkan, sudah 4 jenis surat suara yang masuk ke gudang KPU Kota Depok. Yaitu surat suara jenis pemilihan Presiden-Wakil Presiden, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kota. Upah bagi petugas pelipatan suara diberikan satu lembar Rp 100 rupiah. Jadi petugas berlomba-lomba untuk memperbanyak lipatan surat suara secara benar dan rapih.
"Sedangkan surat suara DPD RI dijadwalkan akan tiba pada 22 Maret 2019," tambahnya.
Masih dilokasi yang sama, Ketua Bawaslu Kota Depok Lulu menuturkan, pihaknya menurunkan 3 petugas Panwascam yang bertugas untuk melakukan pengawasan penyortiran dan pelipatan surat suara ini. Disamping juga menempatkan staf-staf dari Bawaslu Kota Depok.
"Kami tugaskan 3 orang panwascam per harinya untuk mengawasi jalannya penyortiran dan pelipatan surat suara ini," tutur Lulu.
Lulu menyebutkan, surat suara yang sudah masuk ke gudang KPU Kota Depok masing-masing sebanyak 1.335.525. Per dus nya, surat suara dilebihkan 2% dari jumlah total surat suara per dus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!
-
Mirip-mirip One Piece, Wibu Jogja Sebut Penguasa Saat Ini Menindas Rakyat Kecil
-
Sambil Menangis, Kepala BGN Ungkap Kekecewaan: Saya Tak Tega, Niat Baik Prabowo Dikhianati
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Komunitas Muratara Bernafas: Penertiban PETI Percuma Tanpa Penataan Wilayah dari Pemerintah
-
Peneliti UGM Pastikan Api di Rumah Sleman Bukan dari Gas Alam, Lalu Apa Pemantiknya?
-
Turun ke Posko dan SMAN 3 Semarang, Ahmad Luthfi Pastikan SPMB Jateng Berjalan Lancar
-
Siapa ANH? Pria yang Ditetapkan Sebagai Tersangka karena Bawa Bom Molotov saat Demo 12 Juni
-
Peneliti UGM Tamatkan Misteri Rumah Api di Sleman: Bukan Dipicu Gas Alam atau Medan Elektromagnetik