Suara.com - Tim Kiai Ma'ruf Amin, Habib Sholeh Almuhdar menyebut para Habib yang memfitnah calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) tidak pantas diikuti karena munafik. Habib Sholeh menilai Jokowi telah membanggakan umat Islam.
Pernyataan itu dikatakan Habib Sholeh Almuhdar dalam orasinya di kampanye terbuka hari pertama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP di Banten, menurutnya para habib yang tidak mau memilih Jokowi sebenarnya suka dengan fasilitas publik yang dibangun di era Jokowi.
"Kalau ada Habaib, Kiai, Ulama yang bilang haram pilih Jokowi, itu tidak perlu diikuti. Mereka munafik! Mau dengan fasilitas pak Jokowi, tapi tidak mau pilih pak Jokowi," kata Habib Sholeh di Alun-alun Kota Tangerang, Banten, Minggu (24/3/2019).
Dia mencontohkan, salah satu bukti Jokowi mendukung umat Islam adalah dengan penetapan Hari Santri setiap 22 Oktober melalui Keputusan Presiden (Keppres) No 22 Tahun 2015.
"Sudah berapa kali Pak Jokowi membanggakan umat Islam, hari santri. Mereka munafik. Bersorban berkopiah putih, tapi munafik. Kalau ada di detik terakhir fatwa Ulama, Kiai, Habib, melarang kita mencoblos pak Jokowi, katakan pada mereka, anda munafik," tegas Habib Sholeh.
Seperti diketahui, PDIP memulai kampanye terbuka di Alun-alun Tangerang, Banten pada Minggu (24/3/2019). Kampanye tersebut turut dihadiri oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua TKN Erick Thohir, Habib Sholeh dan sejumlah caleg daerah Banten.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT