Suara.com - Bocah selamat dari aksi pembunuhan dan perkosaan calon pendeta Melinda Zidoni menceritakan detik-detik pembunuhan dan perkosaan itu. Bocah itu yang berusia 9 tahun itu anak jemaat di satu gereja Melinda.
Bocah itu bersama Melinda dari Divisi 4 melakukan perjalanan menggunakan sepeda motor menuju Pasar Jeti, Senin (25/3/2019) pukul 17.00 WIB.
Melinda dan dia pulang menuju mes di Divisi 4, namun dalam perjalanan di Divisi 3, korban dihadang sejumlah orang yang menggunakan kain penutup kepala dengan cara memblokir jalan menggunakan potongan pohon.
Melihat ada beberapa orang dan potongan pohon yang menghalangi jalan mereka, Melinda memutuskan untuk berhenti dan saat berhenti itu, korban dihampiri oleh tersangka pelaku kejahatan itu.
Melinda dicekik tersangka hingga meninggal kemudian mayatnya diseret dan dibuang dari lokasi pembunuhan dengan jarak lebih kurang 100 meter, sedangkan bocah itu yang menemani korban Melinda berhasil menyelamatkan diri.
Berdasarkan keterangan bocah itu yang selamat itu, petugas gabungan Polda Sumsel dan Polres OKI melakukan pengejaran tersangka pelaku pembunuh calon pendeta yang ciri-cirinya diketahui berbadan kurus dengan tinggi sekitar 165 cm.
"Dalam mengungkap modus operandi kasus pembunuhan itu, penyidik akan melakukan pemeriksaan secara intensif dan berupaya menjerat kedua tersangka dengan ancaman hukuman maksimal," kata Kabid Humas Kombes Supriadi di Palembang, Jumat (29/3/2019).
Sampai kini, Tim reserse Polda Sumatera Selatan menangkap dua tersangka pembunuh Melinda Zidoni yang bertugas di gereja kawasan perkebunan PT Sawit Mas Persada (SMP) Sungai Baung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel.
"Dua tersangka M dan H sudah ditangkap di kawasan Ogan Komering Ilir pada Kamis (28/3), sekarang diamankan di Mapolda Sumsel untuk diproses sesuai ketentuan hukum," kata Supriadi.
Baca Juga: Polisi Konfrontir Pelaku dan Keterangan Saksi Kunci Pembunuhan Melinda
Polisi telah membentuk tim gabungan setelah diketahui ada kasus pembunuhan terhadap seorang calon pendeta Melinda Zidoni. Melinda Zidoni (24) ditemukan telah meninggal dunia di areal perkebunan PT SMP Sungai Baung, Divisi 3, Blok F 19, Dusun Sungai Baung, Desa Bukit Batu, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten OKI, pada Selasa (26/3/2019) sekitar pukul 04.30 WIB.
Calon pendeta itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan, dan korban sebelum dibunuh diduga diperkosa dan diseret pelaku kejahatan itu ke dalam kebun kelapa sawit tersebut.
Berita Terkait
-
Setelah Sadar, Bocah 9 Tahun Lari ke Arah Gereja Cari Pertolongan
-
Biarawati Melinda Bernasib Tragis, Mau Menikah Namun Diperkosa dan Dibunuh
-
Miris... Gadis 8 Tahun Diperkosa di Toilet Sekolah saat Upacara Keagamaan
-
Gadis Sakit Jiwa Diperkosa 2 Paman sampai Hamil 8 Bulan, Diancam Dibunuh
-
Gadis Korban Perkosaan Disiram Cairan Misterius, Diancam Cabut Laporan
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional