Suara.com - Dalam penyampaian visi misi di segmen pertama Debat Pilpres 2019 keempat, Sabtu (30/3/2019), capres nomor urut 02 Prabowo Subianto sempat menyinggung soal lemahnya Indonesia di bidang pertahanan keamanan (hankam). Prabowo juga menyebut bahwa anggaran di bidang ini terlalu kecil. Benarkah demikian?
Klaim yang Diperiksa:
"Di bidang pertahanan keamanan kita terlalu lemah, anggaran kita terlalu kecil. Ini akan kita perbaiki," kata Prabowo dalam penyampaian visi-misinya.
Hasil Penelusuran:
Dalam penelusuran terkait pernyataan itu, sebuah hasil survei terbaru dari Global Fire Power (GFP) nyatanya menunjukkan bahwa Indonesia termasuk salah satu negara dengan militer terkuat di dunia. Dalam indeksnya, GFP menempatkan militer Indonesia di posisi ke-15 terkuat di dunia (di atas Israel, Australia dan banyak lainnya), dengan anggaran belanja militer 6,9 miliar dolar AS atau terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Singapura --sebagaimana juga dilaporkan Katadata.
Berdasarkan survei GFP pula, sebagaimana ditulis Kompas pada tahun lalu, Indonesia memiliki 435 ribu personel militer aktif dan 540 ribu personel cadangan. Selain itu, TNI diperkuat 418 tank, 1.131 kendaraan lapis baja, 456 artileri dan 153 peluncur roket, juga memiliki 478 pesawat terbang, termasuk 41 jet tempur dan 197 helikopter. Sementara di laut, Indonesia memiliki 221 kapal perang (terdiri atas 8 fregat, 24 korvet, 3 kapal selam, 74 kapal patroli, 12 kapal penyapu ranjau).
Survei ini disebut menggunakan 55 parameter individual, yang membuat negara kecil dengan militer yang tak terlalu besar tetapi memiliki teknologi mumpuni bisa menempati posisi atas. Survei ini juga tidak memasukkan persediaan persenjataan nuklir dalam parameternya.
Hal ini juga nyatanya bukan hal baru, karena bahkan pada 2017 lalu, anggaran belanja Kemenhan dilaporkan terus meningkat sejak 2014, bahkan disebut naik 10 kali lipat sejak 2007. Seperti ditulis Tempo pada Desember 2017 misalnya, jika pada 2014 Kemenhan dilaporkan menerima anggaran sebesar Rp 86,4 triliun, di 2015 meningkat hingga Rp 108,7 triliun, naik lagi pada 2016 menjadi Rp 112,4 triliun, dan Rp 114,9 triliun pada 2017.
Hal senada diungkapkan oleh Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Sabtu (30/3). Menurut Sekjen FITRA, Misbah Hasan, menggunakan data APBN 2015-2019 yang diolah lembaganya, rata-rata anggaran fungsi pertahanan selama 5 tahun (2015-2019) mencapai 8% dari total APBN, sedangkan anggaran fungsi ketertiban keamanan dalam 5 tahun rata-rata mencapai 9% dari total APBN.
Baca Juga: Prabowo: Sejak Umur 18 Tahun Saya Mempertaruhkan Nyawa Membela Pancasila
"Pada 2019, anggaran Kementerian Pertahanan mencapai Rp 108,4 triliun dan menempati urutan kedua setelah Kementerian PUPR," ugkap Misbah, sambil menambahkan bahwa untuk anggaran ketertiban dan keamanan pada 2019 jumlahnya mencapai Rp 143 triliun, tersebar di beberapa K/L antara lain Kepolisian, Kejaksaan, MA, Mahkamah Konstitusi, dan KPK.
Kesimpulan:
Jika berdasarkan temuan-temuan tersebut, pernyataan Prabowo bahwa Indonesia terlalu lemah di bidang pertahanan keamanan, tampaknya tidak bisa dikatakan benar. Demikian juga soal bahwa "anggaran kita terlalu kecil", di mana kenyataannya angkanya cukup besar --termasuk dengan menjadi terbesar kedua di antara anggaran K/L di APBN-- dan hampir selalu mengalami peningkatan dalam beberapa tahun.
Tag
Berita Terkait
-
Tanamkan Ideologi Pancasila, Prabowo: Dalam Berpolitik Tak Cari Kesalahan
-
Jokowi: Pendidikan Pancasila Harus Dibangun Sejak dari PAUD
-
Debat Capres Dimulai, Prabowo: Korupsi di Indonesia Stadium IV
-
Bocoran yang Akan Disampaikan Prabowo dalam Debat Pilpres Keempat
-
Ma'ruf Amin: Enggak Usah Diberi Masukan, Jokowi Sudah Menguasai Kok
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Bareskrim Bongkar Jaringan Judi Online Internasional, Puluhan Tersangka Ditangkap di Berbagai Kota
-
Ajang 'Pajang CV' Cari Jodoh: Fenomena Cindo Match di Mall of Indonesia
-
Hujan Deras Bikin 10 RT dan 3 Ruas Jalan di Jakarta Tergenang
-
Gus Yahya Bantah Tunjuk Kembali Gus Ipul sebagai Sekjen PBNU
-
Longsor Akibat Kecelakaan Kerja di Sumedang: Empat Pekerja Tewas
-
Polisi Tembakkan Gas Air Mata Bubarkan Tawuran di Terowongan Manggarai
-
Hujan Deras Genangi Jakarta Barat, Sejumlah Rute Transjakarta Dialihkan
-
Alasan Kesehatan, 5 Terdakwa Korupsi Pajak BPKD Aceh Barat Dialihkan Jadi Tahanan Kota
-
Mulai Berlaku 2 Januari 2026, Ini 5 Kebiasaan yang Kini Bisa Dipidana oleh KUHP Nasional
-
Misteri Satu Keluarga Tewas di Tanjung Priok, Ini 7 Fakta Terkini