Suara.com - Sosialisasi Pemilu 2019 di luar negeri masih menemui beberapa hambatan seperti lokasi tempat tinggl WNI yang tidak terkonsentrasi pada satu wilayah. Kondisi tersebut diakui menyebabkan sosialisasi Pemilu 2019 di luar negeri tidak berjalan maksimal.
Hal tersebut diakui Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal usai menghadiri acara Sosialisasi Pemilu 2019 bersama perwakilan 170 Duta Besar dan Organisasi Internasional di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/4/2019).
Meski begitu, Lalu mengatakan pihaknya terus berupaya untuk menyampaikan informasi terkait Pemilu tersebut.
"Tapi yang penting kita sudah sampaikan dengan baik yang kita bisa untuk membuat semua info yang perlu sampaikan itu sampai ke mereka. Karena kan banyak juga WNI kita yang tidak teridentifikasi disana statusnya undocumented gitu. Jadi kita tidak bisa memastikan, bahwa sosialisasi itu sampai atau tidak ya itu semoga sampai," kata Lalu.
Berkenaan dengan itu, Lalu menjelaskan permasalahan tersebut lantaran Kedutaan Besar RI (KBRI) dan Konsulat Jendral RI (KJRI) sebagian besar berada di ibu kota negara.
Sedangkan, WNI yang berada di luar negeri menetap dan bekerja tidak selalu berdekatan dengan KBRI dan KJRI. Misalnya, seperti di Rusia yang memiliki wilayah yang sangat luas.
Sehingga, kata Lalu, besar kemungkinan banyak WNI yang tidak terjangkau dalam proses sosialisasi Pemilu 2019 tersebut.
"Kedutaan kita itu semua di ibu kota negara kan, sedangkan kalau Rusia negaranya luas ada sembilan time zone. Jadi diluar jangkauan kita, kalau di Siberia sana tidak terjangkau," ungkapnya.
"Tapi yang perlu diingat lagi adalah penyelenggara pemilu di luar negeri itu PPLN (Panitia Pemilihan Luar Negeri) bukan KBRI, jadi penelitian PPLN bertangung jawab kepada KPU. Tugas KJRI dan KBRI memberi perlindungan semaksimal mungkin agar PPLN menjalankan tugasnya dengan lancar dan secara profesional dan berintegritas," ujarnya.
Baca Juga: Megawati Hadiri Penyerahan KTA ke Para Habib di Kantor DPP PDI Perjuangan
Berita Terkait
-
Soal Ancaman Amien Rais, KPU: Jangan Selesaikan Persoalan Pemilu di Jalanan
-
Baru Tiga Lembaga Pemantau Independen Berniat Monitoring Pemilu di Bekasi
-
KPU Sosialisasi Pemilu Bersama Duta Besar dan Oraganisasi Internasional
-
Geger Ancaman Amien Rais, Andi Arief: Kenapa Alergi People Power?
-
Merasa Tampan, Ini 5 Cuitan Narsis Habiburokhman Selama Kampanye
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG
-
Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.774.000/Gram Hari Ini, Saatnya Beli?
-
IHSG Diproyeksi Menguat Lagi, Investor Bisa Cermati Saham-saham Ini
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
Terkini
-
Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG
-
Dulu Incar Kursi DPRD, Eks Caleg Bekasi Kini Jadi Otak Pembunuhan Sadis WN Korea!
-
Gedung Kantor Sendiri 'Digerogoti'! KPK Ungkap Kerugian Rp35,7 M di Proyek Pemkab Lamongan
-
Fakta Baru! Tak Cuma Johnny Wakum, Mama Sinta Juga Polisikan Dandhy Laksono Buntut Film Pesta Babi
-
Nanik Jadi Kepala BGN, Istana: Tak Perlu Tunggu Seremoni, Langsung Kerja!
-
Ngeri! Mahasiswi UNP dan Warga Kena Peluru Nyasar Latihan Militer, Proyektil Bersarang di Paha
-
Anak 6 Tahun Dilecehkan Bertahun-tahun di Sekolah Kristen, Orang Tua Korban Digugat Rp820 juta
-
Kaji Potensi Korupsi Anggaran MBG, KPK: BGN Belum Siap Kelola Rp268 Triliun
-
Disemprot Donald Trump, Benjamin Netanyahu Balik Melawan
-
Heboh Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG, Istana Turun Tangan Lakukan Audit Internal