Suara.com - Federasi Serikat Pekerja (FSP) Sinergi BUMN menemui Cawapres Nomor Urut 02 Sandiaga Uno untuk mengeluhkan adanya 'pemaksaan' yang dilakukan petinggi-petinggi untuk mengabaikan netralitas.
Para pekerja BUMN yang aktif tersebut meminta Sandiaga menyelamatkan BUMN dari kepentingan-kepentingan politik.
Ketua Federasi Serikat Pekerja BUMN Achmad Yusuf menegaskan undangan yang diberikan kepada Sandiaga bukan diartikan sebagai menyatakan dukungan dalam Pilpres 2019. Lantaran, pihaknya mengklaim telah menyodorkan undangan yang sama kepada pihak Capres - Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi - Maruf Amin.
"Kami menitipkan sekali lagi bukan dalam bentuk memberikan dorongan atau dukungan kepada salah satu paslon," kata Achmad di Batik Kuring, SCBD, Jakarta, Rabu (10/4/2019).
Maksud undangan yang diberikan pihaknya kepada Sandiaga ialah untuk mendengarkan sejumlah rekomendasi hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V Tahun 2019 yang dilaksanakan pada tanggal 27–29 Maret 2019 di Solo, Jawa Tengah.
Dalam rekomendasi itu pihaknya juga mengeluhkan soal hilangnya netralitas yang seharusnya dipegang teguh oleh BUMN.
Achmad mengungkapkan para pekerja BUMN dipaksa untuk hadir dalam acara ulang tahun BUMN yang awalnya akan diselenggarakan pada 13 April mendatang.
Achmad kecewa karena pimpinan perusahaan dari berbagai perusahaan BUMN itu memaksa para anak buahnya untuk menghadiri acara itu sambil diberikan kaus bergambarkan yang identik dengan salah satu pasangan calon di Pilpres 2019.
"Kami ingin meneriakkan netralitas yang hari ini kita ketahui bersama BUMN digeret-geret untuk kepentingan politik, kepentingan elektoral salah satu paslon tertentu," ujarnya.
Baca Juga: Tragedi Audrey, PSI: Bagaimana dengan Masa Depan Korban?
Achmad mengaku khawatir dengan kondisi seperti itu, dapat memecah belah persatuan dari pekerja-pekerja BUMN. Achmad mengungkapkan ada sebagian pekerja yang 'nurut', namun ada juga yang tidak berangkat dan diberikan sanksi.
"Kalau tidak berangkat diabsen, ditelponin. Di-update fotonya dikumpulkan sampai siang semua rekam apa yang harus dilakukan dan mengarah kepada calon tertentu," tuturnya.
"Sanksinya dianggap tidak mematuhi pimpinan. Direksi sudah mengeluarkan edaran kami tidak mau untuk itu. sudahlah BUMN menjadi kekuatan ekonomi untuk kerakyatan," sambungnya.
Untuk itu, Achmad berpesan kepada Sandiaga untuk bisa menyelamatkan BUMN dari kepentingan politik. Achmad juga meminta agar BUMN kembali kepada khittah-nya yakni menjadi badan usaha negara yang mampu mendorong perekonomian rakyat.
"Kami berpesan kepada pak Sandi dan juga terus berkomunikasi kepada 01 agar menerima kami, kami titipkan pesan yang sama. Kami sedih ketika BUMN kami sedang susah tidak bisa gajian, tiba-tiba ada arahan Kementerian BUMN untuk mobilisasi ribuan orang. Jadi dikerahkan untuk hura-hura," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Ini Rekomendasi Serikat Pekerja BUMN untuk Cawapres Sandiaga
-
Pemungutan Suara di Luar Negeri Dimajukan sampai 14 April
-
Beberapa Jam Sebelum Kampanye Prabowo, Massa Mulai Padati Stadion Sriwedari
-
Ini Dia Kriteria Capres Idaman Lalu Muhammad Zohri
-
Di Daerah Ini, Warganya Rela Ganti Hari Pasaran untuk Mencoblos
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
Terkini
-
Okupansi Hotel Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Anjlok Drastis, Banyak Pembatalan
-
KY Uji Kualitas Ratusan Calon Hakim Agung, Masyarakat Diajak 'Kuliti' Rekam Jejak Peserta
-
Nyawa Melayang Gara-gara Senggolan, Pembacok Karyawan Pabrik Roti di Cengkareng Akhirnya Ditangkap!
-
Pedas! Gus Ipul Semprot Amien Rais: Saya Selalu Ingat Gus Dur, Dia Gak Bisa Dipercaya!
-
Satu Siswa Dapat 4 Pasang, Intip Penampakan Sepatu Sekolah Rakyat yang Dibanderol hingga Rp640 Ribu
-
Heboh Sepatu Rp 700 Ribu untuk Siswa Sekolah Rakyat, Gus Ipul Bongkar Faktanya!
-
SDN Tebet Barat 08 Pagi Terapkan Belajar Daring Usai Tembok Kantin Ambruk Terkikis Air
-
Peneliti Soroti Keberadaan DPN dan Potensi Dominasi Kemenhan, Ini Bahayanya
-
Project Freedom Trump Dikecam Iran, Disebut Hanya Bikin Timur Tengah Meledak
-
PSI Kecam Aksi Pemukulan ke Bro Ron, Minta Aparat Usut Semua Yang Terlibat