Suara.com - Pemilihan umum (Pemilu) 2019 di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Bekasi tidak berjalan mulus. Sebagian besar diakibatkan logistik pemilu yang bermasalah.
Bahkan salah satu TPS di wilayah Bekasi Utara dihentikan oleh Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) lantaran surat suara DPRD masih belum tersedia.
“Iya betul dihentikan karena tidak ada surat suara DPRD nya,” ujar Komisioner Bawaslu Kota Bekasi, Ali Mahyail, Rabu (17/4/2019) kepada suara.com.
Ali juga menginformasikan TPS 28 dan 29 di wilayah Kecamatan Medan Satria hingga saat ini belum dilakukan pencoblosan karena surat suara DPRD yang ganda dan tinta yang tidak tersedia.
"Sebetulnya ini menyalahi undang-undang. Karena peraturannya pencoblosan harus dimulai sejak pukul 07.00 WIB," paparnya.
Selain itu, Ali juga menyebut distribusi kotak suara pun masih dilakukan pagi hari, seperti di Kelurahan Jatirahayu.
"Keputusan KPU seringkali mepet dengan waktu. Misalnya soal DPTb, itu mepet baru diputuskan. Ketika mereka telah mengumumkan itu maka telat juga pencetakan DPTB nya, dan sebagainya," pungkasnya.
Kontributor : Mochamad Yacub Ardiansyah
Baca Juga: Inilah Tagar Pemilu 2019 yang Mendominasi Trending Twitter Indonesia
Berita Terkait
-
Inilah Tagar Pemilu 2019 yang Mendominasi Trending Twitter Indonesia
-
Maruf Amin Mau Nyoblos: Tanpa Satu Nggak Ada Dua
-
Dapat Lima Surat Suara, Bupati Karimun Mengaku Kesulitan di Bilik Suara
-
Kaget Banyak Wartawan di TPS 041, Prabowo: Kalian Enggak Nyoblos?
-
KPU Bekasi Prediksi Banyak Golput dari Pekerja Lepas karena Tak Libur
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT