Suara.com - Pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin menjadi pemenang dalam Pilpres 2019 versi hitung cepat atau quick count dari sejumlah lembaga survei. Kemenangan ini dirayakan oleh pendukungnya dengan mengirim karangan bunga ke Istana Merdeka.
Seperti terpantau pada Minggu (21/5/2019) pagi, puluhan karangan bunga sudah berjejer rapi di sepanjang pagar Kantor Sekretariat Negara di Jalan Veteran hingga Istana Merdeka di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.
Karangan bunga tersebut berasal dari berbagai macam kalangan mulai dari pengusaha, komunitas hingga perseorangan.
"Selamat dan Sukses atas terpilihnya Ir.H.Joko Widodo dan KH. Maruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024," demikian isi tulisan salah satu karangan bunga tersebut.
Sebelumnya, capres petahan Jokowi bersama wakilnya Maruf Amin mendeklarasikan keunggulannya dalam perhitungan cepat atau quick count dari 12 lembaga survei. Namun Jokowi meminta masyarakat tetap menunggu hasil hitung real count KPU.
"Tapi kita harus tetap sabar menunggu perhitungan resmi dari KPU," kata Jokowi di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2019).
Jokowi menyatakan dirinya mendapatkan suara 54,5 persen berdasarkan quick count 12 lembaga survei di Indonesia. Jokowi pun menyebutkan suara yang didapatkan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno 45,5 Persen.
Berita Terkait
-
Prabowo Disindir Susah Jadi Orang Waras, Akun Gerindra: Maksudnya Apa Nih?
-
Kalah dari Prabowo, Jokowi Cuma Unggul 1 Kecamatan di Kota Bekasi
-
Hasil Real Count KPU Minggu Pagi: Jokowi 54,28% - Prabowo 45,72%
-
Sudah Bisa ke Masjid, Sandiaga Uno: Insya Allah Pekan Depan Normal
-
Sandiaga Sakit Belum Dibesuk, Erick Thohir: Pada Waktunya akan Ketemu
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT