Suara.com - Juru Bicara Badan Pemenang Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga, Ustaz Haikal Hassan menyebut ada 13 juta 'orang gila' yang mencoblos di Pemilu 2019. Ia lantas mempertanyakan bukti-bukti pencoblosan dari 13 juta 'orang gila' tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Haikal Hassan lewat akun Twitternya @haikal_hassan pada Selasa (24/4) kemarin.
"Katanya org gila nyoblos ada 13 juta. Trus ada video nya? Ada catatannya? Ada formulir C1 nya? Masa gak ada yg rekam? Mana 13 juta itu? Allah saja tak memberi kewajiban apa2 thd orang gila... anda malah waijibkan ikut nyoblos. Yg gila siapa ya? Mudah2an yg curang menjadi gila...," cuit Haikal Hassan seperti dikutip Suara.com, Kamis (25/4/2019).
Cuitan Haikal Hassan tersebut lantas ditanggapi langsung oleh Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Pramono Ubaid Tanthowi. Pramono melalui akun Twitternya @PramonoUtan.
Pramono mengatakan, tidak ada pemilih 'gila'. Menurutnya yang benar berdasarkan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yakni pemilih dengan gangguan kejiwaan atau gangguan ingatan.
"Mohon maaf, pak @haikal_hassan. Pemilih "gila" itu hoax. Yg benar, sesuai Putusan MK 135/2015 adalah pemilih dg "gangguan jiwa/ingatan". Gila hanya salah satu jenisnya. Lagipula angkanya juga hoax. Dulu 14 juta. Sekarang didiskon jadi 13 juta. Yg benar hanya 54.295. Demikian," tulis @PramonoUtan menanggapi cuitan @haikal_hassan.
Lebih lanjut, Pramono juga mengunggah diagram grafis dari KPU terkait jumlah pemilih disabilitas. Dari diagram grafis yang diunggah diketahui jumlah pemilih penyandang disabilitas di daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019 sebanyak 363.200 atau 0,191% dari DPT.
Adapun sebanyak 54.295 orang atau 0,029% pemilih adalah pemilih penyandang disabilitas grahita dan mental. Data tersebut menipis kabar bohong atau hoaks yang menyebut pemilih penyandang disabilitas grahita dan mental mencapai 14 juta orang.
Baca Juga: Real Count KPU Kamis Pagi: Jokowi 55,80% - Prabowo 44,20%
Berita Terkait
-
2 Kali Masuk Rumah Sakit, Petugas KPPS di Semarang Akhirnya Meninggal
-
Real Count KPU Kamis Pagi: Jokowi 55,80% - Prabowo 44,20%
-
Petugas KPPS Meninggal di Sumsel Tak Ditanggung BPJS
-
Kisah Prabowo, Ketua KPPS yang Meninggal Dunia Terkena Serangan Jantung
-
144 Petugas KPPS Meninggal Dunia, KPU Ajak Jajarannya di Daerah Salat Gaib
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
Terkini
-
Bundaran HI Tak Lagi Aman usai Turis Italia Jadi Korban Jambret? Legislator PSI Bereaksi Keras
-
SMAN 1 Pontianak Tolak LCC Ulang, MPR: Kami Menghargai Sikap Mereka
-
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Anggota DPR: Pemerintah Jangan Diam
-
Nunggak Utang Rp 3 Juta, Pria di Cilincing Ditusuk Debt Collector di Tengah Jalan
-
Berkedok Karaoke, Tempat Hiburan di Daan Mogot Jadi Sarang Prostitusi Anak: 5 Orang Jadi Tersangka!
-
Prediksi Analis Militer Barat Sebut Rusia Mulai Terjepit Lawan Ukraina, Gencatan Senjata?
-
99,9 Persen Tiket Ekonomi PSO Kereta Api Ludes Saat Long Weekend, Eksekutif Masih Banyak Kosong
-
Transjakarta Tutup Halte Kebon Sirih Arah Selatan Mulai Jumat Malam, Ini Pengalihannya
-
Dugaan Prostitusi Anak di Jakbar, Mucikari hingga Kasir Karaoke Jadi Tersangka
-
Rano Karno Bawa Jakarta Kolaborasi dengan Milan, Ruang Publik Bakal Lebih Artistik