Suara.com - Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi mengaku kecewa dengan kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Pasalnya, kerja Anies Baswedan yang dinilai lamban menjadi penyebab Jakarta masih saja menjadi langganan banjir.
Hal ini disampaikan oleh Dedek melalui akun Twitter miliknya @uki23. Dedek mengaku sangat kecewa dengan kepemimpinan Anies Baswedan dalam pelaksanaan normalisasi sungai untuk menanggulangi banjir di ibu kota.
"Saya kecewa sekali dengan Pak Anies terutama soal lambannya pelaksanaan normalisasi (naturalisasi?) sungai di DKI," kata Dedek seperti dikutip Suara.com, Senin (29/4/2019).
Meski demikian, Dedek sendiri mengakui tidak bisa memastikan apakah ia tidak berkontribusi sedikitpun atas banjir di Jakarta. Dedek pun belum mampu memastikan apakah sampah-sampah yang ia hasilkan tak menyumbang banjir untuk ibu kota.
Caleg PSI Dapil Jawa Barat IX ini pun kembali menanyakan kepada dirinya sendiri dan mengingatkan kepada warganet mengenai buang sampah sembarangan yang menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di ibu kota.
"Tapi di sisi lain saya belum mampu memastikan apakah saya sama sekali gak berkontribusi atas banjir di DKI. Apa kita sudah sama sekali tidak buang sampah sembarangan?" ungkap Dedek.
Untuk diketahui, banjir yang terjadi di Jakarta yang merupakan banjir kiriman mengakibatkan sebanyak 1.600 warga Jakarta mengungsi. Anies Baswedan menyebut angka pengungsi pada tahun ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan banjir pada 2015 lalu yang mengakibatkan 230 ribu warga Jakarta mengungsi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
Terkini
-
Terdampak Krisis Iklim: Bagaimana Panas Ekstrem Membuat Harga Kopi Makin Melejit?
-
Harga Pangan Jakarta Mulai Merangkak Naik di Awal Ramadan
-
KPK Periksa Mantan Wakil Bupati Pati hingga Sejumlah Kepala Desa Terkait Dugaan Pemeresan Sudewo Cs
-
Suami Dwi Sasetyaningtyas Kena Sanksi LPDP, Mahfud MD Bongkar Alasan Ngeri WNI Benci RI
-
Kemenkes Reformasi Skema PPDS, Utamakan Putra Daerah untuk Atasi Krisis Dokter Spesialis
-
Kasus Korupsi Eks Dirjen Kominfo Semuel Abrijani: Apa Alasan Jaksa Menunda Pembacaan Tuntutan?
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Mahfud MD Geram Pernyataan Dwi Sasetyaningtyas Soal Anak WNA, Setuju Sanksi Cabut Beasiswa
-
Jaksa Tetap Tuntut Marcella Santoso 17 Tahun Penjara Terkait Kasus Suap Minyak Goreng
-
Menkes Akui Pendidikan Dokter Spesialis di Indonesia Super Mahal, Sebut di Luar Negeri Justru Digaji