Operasi yang dilakukan pada 16 Maret 2012 pun berjalan lancar. Kantong empedu Ani Yudhoyono telah diangkat, ia terkejut saat menyaksikan sendiri begitu banyak batu di dalam empedu yang menjadi penyebab sakit perut hebat yang dialaminya.
Namun, sakit yang dialami oleh Ani Yudhoyono belum usai. Ia juga mengalami frozen shoulder atau kaku pada bagian lengan atasnya sehingga ia tak mampu mengangkat tangan ke arah atas.
Setelah melalui pemeriksaan saraf, Ani Yudhoyono mengalami saraf terjepit di posisi C4-5 atau cervical 4 dan 5.
Ia direkomendasikan menjalani operasi bedah saraf di Allegheny General Hospital, Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat.
"Operasi kecil yang sangat sulit karena risikonya besar. Saya berangkat ke Pittsburgh pada Juni 2012. Saya didampingi Ibas, dr. Aris, Yulia Ekayanti dan beberapa staf," papar Ani Yudhoyono.
Operasi berjalan lancar. Beberapa jam setelah operasi, Ani Yudhoyono sudah mampu mengangkat tangannya.
Ia langsung berdandan dan mengenakan pakaian rapih untuk melanjutkan aktivitas mendampingi SBY melakukan kunjungan ke Los Cabos, Meksiko.
Untuk diketahui, Ani Yudhoyono menghembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (1/6/2019) pukul 11.50 waktu Singapura, seusai berjuang melawan kanker darah sejak awal 2019.
Jenazah Ani Yudhoyono dibawa ke Indonesia pada Sabtu malam menggunakan pesawat Hercules dan diperkirakan tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma pukul 20.30 WIB.
Baca Juga: Sepotong Kisah Obrolan Ani Yudhoyono saat Berkeliling Istana Bogor
Setibanya di Indonesia, Ani Yudhoyono akan dibawa ke rumah duka di Cikeas, Jawa Barat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar