- Pemprov DKI Jakarta memulai gerakan pemilahan sampah rumah tangga di Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Minggu, 10 Mei 2026.
- Program ini bertujuan mengatasi krisis kapasitas di TPST Bantargebang yang kini menampung 55 juta ton sampah berbahaya.
- Masyarakat diminta memilah sampah menjadi empat kategori agar dapat menekan beban timbulan sampah di lokasi pembuangan akhir.
Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi memulai gerakan pemilahan sampah dari rumah sebagai langkah nyata mengatasi krisis kapasitas tempat pembuangan akhir.
Pencanangan program ini akan dipusatkan di kawasan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Minggu (10/5/2026) besok.
"Sesuai dengan Instruksi Gubernur," ujar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di sela-sela kegiatannya di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Sabtu (9/5/2026).
Langkah mendesak ini diambil menyusul kondisi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Bekasi yang kian kritis.
Pramono mengungkapkan, gunungan sampah di fasilitas tersebut kini telah menembus angka 55 juta ton dan mulai rawan longsor.
"Kita sudah tidak mungkin lagi mengandalkan pola lama untuk menimbun semua sampah di Bantargebang. Kapasitasnya sudah tidak cukup dan beberapa kali mengalami longsor," kata eks Sekretaris Kabinet itu.
Pemprov DKI Jakarta menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup untuk merombak kebiasaan pengelolaan sampah warga Ibu Kota.
Melalui gerakan ini, masyarakat diminta secara aktif memilah sampah rumah tangga mereka menjadi empat kategori utama, yaitu sampah mudah terurai seperti sisa makanan atau dedaunan, sampah daur ulang yang memiliki nilai ekonomis, sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) atau kemasan bahan kimia rumah tangga dan sampah residu yang tidak dapat diolah kembali.
Sebelum gerakan dicanangkan secara luas, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan uji coba program percontohan pemilahan sampah selama tiga bulan di wilayah Rorotan dan Cilincing, Jakarta Utara. Sosialisasi pun terus digencarkan hingga ke Kepulauan Seribu.
Baca Juga: Di Balik Ledakan Belanja Online, Mengapa Transisi Kemasan Ramah Lingkungan Masih Berliku?
Guna menyukseskan program ini, pemerintah berharap seluruh elemen masyarakat turut ambil bagian. Dalam kesempatan yang sama, Pramono juga mengajak berbagai pihak, termasuk tokoh agama dan institusi seperti Keuskupan Agung Jakarta, untuk menggerakkan umatnya.
Keterlibatan aktif warga dalam memilah sampah dari rumah kini menjadi kunci penting untuk menyelamatkan Jakarta dari ancaman darurat sampah di masa depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Penggerebekan Besar di Hayam Wuruk, Polda Metro Jaya Bongkar Jaringan Judi Online Internasional
-
Pecah! Prabowo Joget Tabola Bale Bareng Warga Miangas Usai Hadiri KTT ASEAN
-
Brimob Bersenjata Lengkap Kepung Hayam Wuruk: Markas Judi Online Jaringan Internasional Terendus
-
Cegah Tawuran, Kolong Flyover Pasar Rebo Disulap Jadi Sasana Tinju dan Skate Park
-
Mau Ditinjau Prabowo Hari Ini, Beginilah Fasilitas Kampung Nelayan Leato Selatan di Gorontalo
-
Usai Hadiri KTT ASEAN, Prabowo Langsung Kunjungi Pulau Miangas di Perbatasan RI - Filipina
-
Menlu Ungkap Isu Utama yang Dibahas Prabowo dan Pemimpin ASEAN di KTT ke-48
-
Polri Lakukan Mutasi Besar-besaran, 108 Pati dan Pamen Alami Rotasi Jabatan
-
Hantavirus Ternyata Sudah Muncul di Indonesia, 23 Kasus Terdeteksi dalam Dua Tahun Terakhir
-
NHM Peduli Perkuat Infrastruktur Air Bersih di Desa Tiowor, Kao Teluk