News / Nasional
Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:30 WIB
Satuan Brimob Polda Metro Jaya dikerahkan untuk melakukan pengamanan dalam operasi penegakan hukum terhadap jaringan judi online internasional di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Sabtu (9/5/2026). [ANTARA/HO-Humas Polda Metro Jaya]
Baca 10 detik
  • Satuan Brimob Polda Metro Jaya menggerebek markas judi online internasional di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Sabtu (9/5/2026).
  • Pasukan elit dikerahkan untuk mengamankan lokasi serta melindungi tim penyidik dalam mengumpulkan bukti dari pusat operasional tersebut.
  • Pihak kepolisian berhasil mengamankan sejumlah individu dan perangkat elektronik untuk pengembangan kasus perjudian berskala besar ke depannya.

Suara.com - Kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, yang biasanya sibuk dengan hiruk-pikuk perniagaan, mendadak mencekam pada Sabtu (9/5/2026) ini.

Di antara deretan gedung bertingkat, tampak barisan personel Satuan Brimob Polda Metro Jaya dengan seragam taktis dan laras panjang bersiaga penuh.

Kehadiran pasukan elit ini bukan tanpa alasan. Sebuah "gurita" judi online jaringan internasional baru saja diendus keberadaannya.

Operasi penegakan hukum ini bukan sekadar penggerebekan biasa. Skala sindikat yang dihadapi menyentuh jaringan lintas negara, memaksa kepolisian mengerahkan kekuatan maksimal untuk menjamin keamanan area selama proses sterilisasi.

Gedung yang menjadi sasaran operasi diduga kuat menjadi "hub" atau pusat operasional aktivitas perjudian daring yang terhubung ke berbagai negara.

Di dalam ruangan-ruangan kedap suara itu, tim penyidik bekerja cepat mengamankan tumpukan perangkat elektronik, saksi bisu dari transaksi miliaran rupiah yang mengalir di ruang siber.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa kehadiran Brimob di lokasi bertujuan untuk membentengi penyidik dari potensi gangguan keamanan yang mungkin muncul mengingat besarnya skala organisasi ini.

"Personel Brimob diterjunkan untuk menjamin kelancaran rekan-rekan penyidik di lapangan dalam mengumpulkan barang bukti serta mengamankan para terduga pelaku," ujar Budi dalam keterangannya, Sabtu (9/5/2026).

Hingga saat ini, suasana di lokasi masih menunjukkan aktivitas penyidikan yang intensif. Sejumlah individu telah diamankan dan kini tengah menjalani pemeriksaan maraton. Meski demikian, kepolisian masih menutup rapat rincian jumlah tersangka maupun peran spesifik mereka demi kepentingan pengembangan kasus.

Baca Juga: Cegah Tawuran, Kolong Flyover Pasar Rebo Disulap Jadi Sasana Tinju dan Skate Park

“Kami meminta masyarakat untuk bersabar. Saat ini, tim masih bekerja secara teknis untuk membedah jaringan ini hingga ke akarnya,” tegas Budi.

Ia menjanjikan bahwa kronologi lengkap dan hasil pengungkapan besar ini akan disampaikan secara transparan dalam waktu dekat. (ANTARA)

Load More