Suara.com - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun telah memprediksi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dari sidang perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU).
Ia juga mengatakan, segala macam perdebatan antara kubu 01 Joko Widodo (Jokowi) - Maruf Amin dan kubu 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno tak akan memberi dampak apa pun pada putusan yang telah dibuat majelis hakim MK.
"Hari ini kita berdebat untuk suatu hal yang sudah diputuskan oleh MK. Apa pun yang kita bicarakan malam ini tidak akan mengubah putusan," kata Refly Harun di Mata Najwa, Rabu (26/6/2019) kemarin.
"Selesainya itu Senin kemarin," tambahnya.
Refly Harun menduga, musyawarah majelis hakim tak memakan waktu lama karena tak ada perselisihan yang panjang, sehingga kesepakatan dicapai secara cepat.
Kesepakatan itu, menurut Refly Harun, merupakan kabar buruk bagi kubu Prabowo-Sandi.
"Ini kalau bagi pemohon saya kira bad news, ya," ungkap Refly Harun.
"Jadi akan kalah besok ini?" tanya Najwa Shihab, sang presenter.
"Ya... Saya kira bad news," jawab Refly Harun.
Baca Juga: Membaca Arah Pergerakan IHSG Jelang Putusan MK
Lalu Najwa Shihab langsung beralih ke anggota tim hukum pemohon Denny Indrayana dengan mengatakan, "Oh akan kalah, Mas Den."
"Enggak, enggak, saya enggak bilang kalah ya. Saya bilang bad news," sahut Refly Harun, diikuti tawa Najwa Shihab dan seluruh tamu di studio.
Bagi Refly Harun, sidang sengketa Pilpres 2019 memang cukup berat untuk kubu 02 karena mereka harus memberikan alat-alat bukti yang tak masuk akal, sementara kubu 01 sebagai pihak terkait tinggal menyesuaikan serangan dari pemohon.
Apalagi, Refly Harun melanjutkan, kubu 02 mengajukan dalil yang terbilang besar.
Salah satunya adalah hal yang bersifat kuantitatif, yakni klaim kemenangan atas perolehan suara sebanyak 52 persen.
"Kira-kira sampai akhir sidang, itu muncul enggak angka 52 persen itu? Saya justru balik bertanya. Ya saya mengatakan, tidak muncul," ujar Refly Harun.
Berita Terkait
-
Jelang Putusan MK, Massa Aksi Datang dari Bandung hingga Tegal
-
Jelang Putusan MK, Tak Terlihat Pergerakan Massa Aksi di Stasiun KRL
-
Jelang Putusan MK, Massa Aksi Mulai Berdatangan
-
Demo di MK Libatkan Anak-anak, Ormas FPI Cs Disemprot KPAI
-
Rahmadsyah Saksi Prabowo di Sidang MK Resmi Dijebloskan ke Sel Tahanan
Terpopuler
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- Kipas Angin Model AC yang Resmi dan Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasinya
- Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
- 4 Shio Beruntung 6 September 2026, Hidup akan Lebih Ringan
Pilihan
-
Amarah Warga Pati Meledak, Kiai Sekaligus Tokoh Pemerintahan Cabuli Santriwati
-
Siswa SMK di Karo Diduga Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG, Amnesty Desak Program Disetop
-
Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam
-
Gunung Anak Krakatau 'Muntah-muntah' Lagi Selasa Pagi Ini, 3 Kali Erupsi
-
Bandara Soetta dan Halim Mulai Dibuka untuk Penerbangan
Terkini
-
Mengenal Keunggulan BRI Multiguna Pre-Approved Bagi Nasabah Terpilih
-
Upin Ipin Sindir Kebakaran Hutan, Netizen: Titik Terendah Kita Diroasting Upin Ipin
-
Watermelon Pool, Bacaan Segar untuk Anak yang Suka Berimajinasi
-
Pria 51 Tahun Ditemukan Tewas di Depan Tempat Karaoke Buduran, Mulutnya Mengeluarkan Busa
-
BRI Multiguna Pre-Approved, Alternatif Pembiayaan untuk Kebutuhan Anda
-
3 Rekomendasi Lip Velvet Matte Ringan Tidak Bikin Garis Bibir Tegas
-
BRI Multiguna Pre-Approved: Cek Penawaran dan Ajukan via BRImo
-
Indonesia Masih Susah Keluar dari Kubangan Jebakan Negara Berpendapatan Menengah
-
3 Perbedaan Skin Tint vs Cushion vs BB Cream, Mana Paling Ringan?
-
Modus Pembakaran Hutan: Dibayar Rp500 Ribu, Lahan Hangus Ditanami Sawit