Suara.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengadakan rapat pleno penetapan Joko Widodo dan Maruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024.
Rapat tersebut akan dilakukan di Gedung KPU Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat pada Minggu (30/6/2019).
Pada rapat pleno itu, KPU juga berencana mengundang sejumlah pihak yang masih berkaitan dengan penyelenggaraan Pemilu. Diantaranya seperti Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP).
Perwakilan DPR dan MPR juga menjadi tamu undangan rapat pleno tersebut. Kubu Jokowi - Maruf dan Prabowo-Sandi juga menjadi pihak yang diharapkan bisa hadir.
Pantauan Suara.com di kantor KPU, Sabtu (29/6/2019), suasana di sekitar kantor KPU masih sepi. Ruang sidang utama di dalam gedung KPU, tempat diadakannya penetapan Jokowi-Maruf sebagai pasangan terpilih juga terpantau sepi.
Tidak ada persiapan khusus jelang acara tersebut. Hanya terlihat beberapa kru dari media televisi yang akan menayangkan rapat tersebut hilir mudik. Mereka terlihat melakukan persiapan untuk acara besok.
Pada bagian luar KPU, penjagaan ketat masih diberlakukan. Terlihat sejumlah kepolisian masih disiagakan dibeberapa titik di sekitar bagian dalam dan bagian luar gedung KPU.
Barrier kawat besi berduri juga masih mengelilingi kantor KPU. Pemeriksaan seperti body check dan pemeriksaan barang bawaan juga masih diterapkan sebelum masuk gedung KPU.
Sebelumnya Ketua KPU RI Arief Budiman mengatakan KPU melakukan rapat pleno pada pukul 10.00 WIB hingga pukul 10.55 WIB, Kamis (27/6/2019). Rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari keputusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Baca Juga: Situasi Gedung KPU Terkini, Jalan Imam Bonjol Masih Ditutup
"Kami akan gelar rapat pleno terbuka penetapan paslon terplih pada Minggu 30 Juni 2019 di kantor KPU pukul 15.30 WIB. Jika tidak ada halangan, pukul 17.00 WIB diperkirakan akan selesai," ujar Arief di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2019) malam.
Berita Terkait
-
8.000 Polisi Jaga KPU saat Putusan Sengketa Pilpres, Kamis Besok
-
Situasi Gedung KPU Terkini, Jalan Imam Bonjol Masih Ditutup
-
Kondisi Terkini Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol Masih Ditutup
-
Antisipasi Unjuk Rasa di KPU, Polda Metro Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
-
Jelang 22 Mei: Kantor KPU Ditutup, Jalanan Macet Parah
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Komisi III DPR RI Sayangkan Guru Honorer di Probolinggo Dipidanakan karena Rangkap Jabatan
-
Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Terbukti, Kerry Riza Minta Pembebasan dan Pengembalian Aset
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Kerry Adrianto Merasa Dijebak dalam Kasus Korupsi Pertamina
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan