Suara.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan sebanyak 15 desa rawan kekeringan. Desa itu kesulitan air bersih akibat musim kemarau panjang 2019.
Ke-15 desa itu diantaranya tersebar di wilayah Kecamatan Pandak dan Pleret, kemudian sejumlah desa di wilayah Piyungan seperti yang belum lama ini sudah mengajukan permohonan bantuan karena masyarakatnya sudah mengalami krisis air.
"Sudah bisa diprediksi manakala pada saat musim kemarau dan cuaca ekstrim seperti ini yang berpotensi terjadi kekeringan di Bantul diperkirakan dialami di sekitar 15 desa tersebar di enam wilayah kecamatan," kata Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto di Bantul, Senin (1/7/2019).
Jika dihitung jumlah jiwa yang rawan terdampak kekeringan di 15 desa itu mencapai sekitar 15 ribu jiwa, dengan dampak terparah bagi mereka yang tinggal di dataran tinggi atau lereng bukit dan jauh dari sumber mata air setempat.
"Jadi ada beberapa dusun yang memang posisinya di atas, sehingga kalau jumlah terdampaknya bisa lebih dari 50 ribu jiwa, kalau satu desa yang terdampak rata-rata ada 500 keluarga dengan empat jiwa, sudah 2.000 jiwa, sehingga kalau di 15 desa sudah besar," katanya.
Sebagai antisipasi agar masyarakat tidak mengalami kekeringan dampak kemarau, pihaknya siap melakukan distribusi air bersih ke wilayah yang sudah dilaporkan mengalami krisis air. Seperti yang dilakukan di Segoroyoso Pleret dan Pandak.
"Kemudian karena kemarau tahun ini dimungkinkan akan berlangsung cukup panjang, sehingga dengan kondisi seperti ini antisipasi kita akan membuat surat permohonan ke Bupati untuk menerbitkan status siaga darurat kekeringan," katanya.
Menurut dia, surat siaga darurat kekeringan sudah dalam proses pengajuan ke bupati, sehingga harapannya segera ditindaklanjuti, karena status siaga darurat kekeringan itu salah satunya untuk antisipasi manakala terjadi kekeringan yang ekstrim.
"Dengan status itu harapan kita baik dari pemerintah provinsi maupun pusat bisa membantu penyelesaian kekeringan, dan warga masyarakat yang sudah mengalami kekeringan saya minta untuk inventarisasi kemungkinan ada mata air yang bisa dimaksimalkan," katanya.
Baca Juga: Desa di Lereng Gunung Bromo Mulai Rasakan Dampak Kemarau
Namun demikian, kata dia, kalaupun sumber air yang ada jauh dari masyarakat, maka dibantu dengan dana pusat berupa program pipanisasi untuk mengalirkan sumber mata air yang memang dibutuhkan oleh masyarakat untuk keperluan sehari-hari. (Antara)
Berita Terkait
-
Desa di Lereng Gunung Bromo Mulai Rasakan Dampak Kemarau
-
Cegah Kebakaran, Pendaki Gunung Slamet Diminta Jangan Buang Puntung Rokok
-
Debit Air Ciliwung di Bendung Katulampa Capai Titik Terendah Nol Centimeter
-
Kesulitan Air Minum, Warga di Cilacap Ini Bikin Sumur di Sungai Mengering
-
Dilanda Kekeringan, Warga Sukabumi Jalan Kaki 2 Kilometer Cari Air Bersih
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Kubu Gus Yaqut Persoalkan Kerugian Keuangan Negara Belum Jelas dalam Kasus Kuota Haji
-
Tabrakan Koridor 13, DPRD DKI Tak Terima Alasan Sopir Mengantuk: Direksi Transjakarta Akan Dipanggil
-
Viral Hobi Makan Gratis hingga Tipu Ojol, Wanita di Jakbar Kini Jadi Buruan Sudinsos!
-
6 Remaja Disergap Saat Mau Tawuran, Polisi Sita Senjata Tajam!
-
Pemukim Israel Bakar dan Corat-coret Masjid di Tepi Barat Saat Ramadan
-
Pasar Parungkuda Catat Kenaikan Daging Ayam dan Cabai Jelang Puasa
-
Sudinsos Jakbar Buru Wanita Viral Hobi Makan Gratis dan Tak Bayar Ojol: Warga Resah
-
Yaqut Ungkap Alasan Pembagian Kuota Haji 2024: Satu-satunya Pertimbangan Adalah Hibtun Nafsi
-
Beda dari NasDem, Golkar Usul Parliamentary Threshold 5 Persen: Moderat dan Tetap Representatif
-
Pasukan Banser Kawal Ketat Sidang Praperadilan Eks Menag Yaqut di PN Jaksel