Suara.com - Konsulat Jenderal RI di Guangzhou, Gustanto menyebut bahwa mendiang Sutopo Purwo Nugroho meninggal bukan karena kanker paru yang dideritanya. Namun begitu meninggalnya Sutopo Purwo Nugroho disebabkan komplikasi.
Sebelumnya Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB diketahui mengidap kanker paru stadium 4B. Penyakit tersebut diderita sejak 2017 lalu.
Namun, menurut keterangan Gustanto, penyebab almarhum Sutopo meninggal dunia karena kompilasi.
"Penyebab kematian beliau adalah cardiac heart attack. Berita ini datang dari rumah sakit," jelas Gustanto di Terminal Kargo Jenazah, Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (7/7) malam.
Bukan hanya gagal jantung, lanjut dia, almarhum Sutopo juga mengidap penyakit Pneumonia. Penyakit ini sendiri merupakan penyakit yang menyerang paru.
"Sehingga menyebabkan kantung udara di dalam paru meradang dan membengkak," ucapnya.
Tidak sampai disitu, kata Gustanto, orang yang sering berada di lokasi bencana ini juga meninggal akibat left lung adenocarcinoma yang diderita Sutopo.
"Penyebab utamanya yaitu selain Pneumonia ada left lung adenocarcinoma, yang mengenai kidney (hati) dan beberapa bagian lainnya seperti liver," tukasnya.
Sebelumnya, setelah dinyatakan meninggal dunia di Guangzhou, China, jenazah Sutopo Purwo Nugroho telah diterbangkan ke tanah air melalui Bandara Internasional Soekarno - Hatta sekira pukul 20.50 WIB. Saat ini, jenazah Kapusdatin BNPB itu telah diberangkatkan ke rumah duka di Cimanggis, Depok, Jawa Barat.
Baca Juga: Tiba di Soetta, Tangis Kerabat Pecah Kala Peti Jenazah Sutopo Diangkut
Kontributor : Muhammad Iqbal
Berita Terkait
-
Tiba di Soetta, Tangis Kerabat Pecah Kala Peti Jenazah Sutopo Diangkut
-
Momen Haru saat Menlu Retno Memeluk Anak Pertama Almarhum Sutopo
-
Menanti Jenazah Sutopo, Lantunan Surah Yasin Berkumandang di Rumah Duka
-
Sutopo Meninggal, Sketsa Wajahnya Bergaya Alat Pencatat Gempa Bikin Haru
-
Berwajah Sembab, Kepala BNPB Tunggu Kepulangan Jenazah Sutopo di Soetta
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'
-
Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah