Suara.com - Polisi telah mengungkap motif Iwan Sitanggang (37), buruh serabutan yang telah membunuh seorang pekerja rumah tangga bernama Masyita yang mayatnya ditemukan beralasan koran di sebuah ladang padi di Padang, Sumatra Barat.
Kapolsek Luki, Kompol Zulkafde mengatakan, Iwan memiliki hubungan pertemanan dengan korban.
"Korban dibunuh oleh rekannya yang bernama Irwan Sitanggang (37), pekerjaan keseharian bekerja serabutan, warga Koto Baru Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang," ujar Zulkafde seperti dilansir dari Covesia.com--jaringan Suara.com, Senin (8/7/2019).
Zulkafde menyebutkan, setelah mendapatkan informasi bahwa kematian perempuan tersebut pada Jumat (5/7/2019), polisi langsung melakukan penyelidikan. Iwan pun ditangkap setelah dicurigai sempat bertemu dengan korban. Atas kerjasama dengan Sat Reskrim Polresta Padang dan Jajaran Polsek Lainnya, pelaku berhasil tangkap di rumahnya pada Sabtu (6/7/2019) pagi.
"Kepada kami pelaku mengatakan, ia tega melakukan pembunuhan itu karena ingin mencuri barang berharga milik korban untuk membayar utang. Sebelumnya pelaku telah mencoba meminjam uang ke korban namun tidak diberikan," ucap Zulkafde.
Dikatakan Zulkafde, saat berada di Tahura Bung Hatta itulah, korban kemudian dibunuh oleh pelaku ketika sedang duduk di atas alas koran bekas. Pelaku membunuh dengan cara mencekik leher korban hingga tewas.
Setelah membunuh, pelaku sempat pergi untuk menjual sepeda motor korban ke Teluk Kwantan dan selanjutnya pelaku kembali lagi ke Padang. Saat diinterogasi, Iwan mengaku nekat membunuh korban karena memiliki utang sebesar Rp 6 juta.
"Korban dan pelaku janjian bertemu di Ujung Tanah, Kecamatan Lubuk Begalung. Awalnya, antar pelaku dan korban mengunakan sepeda motor masing-masing. Sesampai di Gadut, Kecamatan Lubuk Kilangan sepeda motor pelaku ditinggalkan dan mereka berangkat berdua dengan satu sepeda motor milik korban, untuk pergi ke Taman Hutan Raya (Tahura) Bung Hatta," jelas Zulkafde.
Zulkafde katakan, atas perbuatannya tersebut, pelaku disangkakan dengan ancaman pasal 365, 340 dan 338 KUHP.
Baca Juga: Sebelum Perkosa Mayat Anak SD di Bak Mandi, Tukang Bubur Nonton Film Porno
"Ancaman hukuman 20 tahun penjara dan bisa hukuman seumur hidup," ucap Zulkafde.
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Radiasi Nuklir Bushehr Iran Mengancam Ibu Kota Negara-negara Arab
-
Wings Group Jadi Benteng Utama Kebersihan Keluarga di Tengah Ancaman Virus Campak
-
Bukan Makar, Saiful Mujani Jelaskan Maksud Pernyataan 'Turunkan Prabowo'
-
Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah
-
Denyut Nadi di Sudut Tebet: Kisah Bu Entin dan Warung Madura yang Menolak Tidur
-
Lagi, KPK Didesak Segera Selidiki Dugaan Korupsi Impor 105.000 Mobil India
-
Roy Suryo Dukung JK Polisikan Rismon Sianipar 11 Ribu Triliun Persen, Meski Yakin Itu Rekayasa AI!
-
Gus Lilur: Muktamar NU Harus Haramkan Politik Uang
-
Tenda Perlawanan Berdiri di Komnas HAM: Mahasiswa Ngecamp Demi Keadilan Andrie Yunus!
-
Iran Sampaikan Tuntutan Gencatan Senjata ke AS Lewat Perantara