Suara.com - Politikus Gerindra Andre Rosiade membantah terkait berbagai tuduhan kepada Prabowo Subianto yang salah satunya disebut ingin mendapatkan jatah kursi usai memilih bertemu dengan presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) pada Sabtu (11/7/2019).
Andre mengatakan, baik Prabowo maupun Partai Gerindra tidak akan tergoda dengan hanya dengan jabatan-jabatan tersebut.
"Miris membaca tuduhan kepada Pak @prabowo yang disebutkan tergiur kursi kabinet karena mau silahturahim dengan Pak @jokowi. Saya ingin tegaskan kami @Gerindra adalah partai yang tidak gampang tergoda kursi kabinet dan jabatan lainnya," kata Andre di akun Twitter @AndreRosiade seperti dikutip Suara.com, Senin (15/7/2019).
Penegasan bahwa Gerindra tak akan tergiur jabatan, kemudian dilanjutkan Andre dengan membeberkan beberapa tawaran kepada Gerindra dari era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono hingga Presiden Jokowi.
Tapi dari semua tawaran yang datang itu, Gerindra tidak pernah mengambil satu pun. Bahkan saat Gerindra ditawari untuk menunjuk orang sebagai pendamping Jokowi kala maju pada Pilpres 2019, sebelum akhirnya dipilih Ma'ruf Amin.
"(Tahun) 2009 sampai dengan 2014 kami ditawarkan kursi kabinet oleh Pak @SBYudhoyono tapi tidak kami ambil, 2014 sampai dengan 2019 kami juga ditawarkan Pak @jokowi kursi kabinet juga tidak kami ambil. 2018 pun kami ditawarkan kursi wapres untuk 2019 pun tidak kami ambil," ujar Andre.
Sebelumnya Andre juga menjelaskan terkait posisi Partai Gerindra usai pertemuan Jokowi dan Prabowo. Andre mengatakan bahwa Gerindra konsisten memilih berada di luar pemerintahan.
"Lalu sekarang dengan gampang kami @Gerindra dan Pak @prabowo dituduh berkhianat karena iming-iming jabatan??? Kami 10 tahun beroposisi. Kami sejak berdiri sampai sekarang selalu berada di luar pemerintahan. Dan ini membuktikan kami konsisten dan tidak gampang tergoda," tandasnya.
Baca Juga: Demokrat: Narasi Prabowo-Sandiaga Overdosis Politik Identitas Tanpa Visi
Berita Terkait
-
Pesan Khusus Relawan Prabowo dari London: Jangan Saling Membenci
-
Gerindra Pastikan Prabowo Oposisi dan Tetap Bela Ulama
-
Addie MS: Saya Memang Kecebong Terdungu di Dunia
-
Jokowi - Prabowo Satu Gerbong, IHSG Diprediksi Bergerak Menguat
-
Satu Gerbong dengan Prabowo, Jokowi Akui Sudah Bicara dari Hati ke Hati
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!
-
BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto
-
Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes
-
Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi
-
Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?
-
KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan
-
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?
-
Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office