Suara.com - Amerika Serikat pada Kamis (18/7) menuntut Iran segera melepaskan sebuah kapal tanker yang ditangkapnya di Selat Hormuz.
Sementara itu, seorang komandan militer AS di kawasan itu mengatakan Amerika Serikat akan bertindak "secara agresif" untuk memastikan bahwa kapal-kapal bisa bebas berlayar saat menyusuri jalur laut yang penting tersebut.
Pengawal Revolusi Iran sebelumnya mengumumkan bahwa pihaknya telah menyita sebuah kapal asing penyelundup bahan bakar.
Departemen Luar Negeri AS bersikeras bahwa Iran harus melepaskan kapal tersebut beserta para awaknya serta berhenti mengganggu kapal-kapal yang sedang berlayar di dan sekitar Selat Hormuz.
Terkait penangkapan kapal itu, Iran menyebutnya sebagai sebuah 'kapal kecil' yang sedang menyelundupkan minyak.
Televisi negara Iran menyiarkan gambar sebuah kapal tangki bernama "RIAH". Tanker minyak berbendera Panama itu menghilang dari radar di perairan wilayah Iran beberapa hari lalu.
"Kita selalu melakukan pemeriksaan kapal setiap hari. Mereka ini adalah orang-orang yang menyelundupkan minyak kita," kata Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif seperti dikutip Press TV Iran.
"Kapal itu adalah kapal kecil yang digunakan untuk menyelundupkan satu juta liter, bukan satu juta barel, minyak mentah," kata Zarif, menambahkan.
Pengawal Revolusi mengatakan kapal berawak 12 orang itu ditangkap ketika sedang berada di Pulau Larak di Teluk. Inggris mengatakan kapal tangki tersebut bukan berbendera Inggris.
Baca Juga: Iran Respon Klaim AS Soal Penembakan Drone di Selat Hormuz
Harga Minyak Melonjak
Harga minyak sempat melonjak setelah laporan soal penangkapan kapal muncul di tengah peningkatan ketegangan antara Teheran dan negara-negara Barat menyangkut keamanan pelayaran niaga di Selat Hormuz.
Selat tersebut merupakan jalur laut sangat penting bagi ekspor komoditas energi.
Reuters pada Rabu (17/7) melaporkan bahwa perusahaan-perusahaan perkapalan sedang menyewa penjaga keamanan tanpa senjata untuk mengawal perjalanan melewati Teluk guna menambah penjagaan.
Sejak pertengahan Mei, serangan terhadap tanker-tanker di dekat Hormuz telah menggelisahkan kapal-kapal yang ingin melewati jalur pelayaran tersebut, yang menghubungkan negara-negara penghasil minyak di Timur Tengah ke pasar-pasar di Asia, Eropa, Amerika Utara dan berbagai kawasan lain.
Iran membantah terlibat dalam serangan tanker namun telah mengancam akan bertindak tegas atas serangkaian sanksi yang dijatuhkan AS terhadapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Miguel Diaz-Canel Bakal 'Di-Maduro-kan', Pemerintah Kuba Tegas Melawan AS
-
Prabowo Salat Id di Aceh, Ahmad Muzani: Bentuk Solidaritas bagi Sumatra
-
Lebaran di KPK, Sudewo Beri Pesan Idulfitri Kepada Warga Pati
-
Lebaran di Aceh Tamiang, Prabowo: Pemulihan Pascabencana Hampir 100 Persen
-
Kasatgas PRR Dampingi Presiden Prabowo Rayakan Idulfitri Bersama Masyarakat di Aceh Tamiang
-
Prabowo Tinjau Huntara Korban Bencana Banjir Aceh Usai Salat Id, Cek Fasilitas dan Sapa Warga
-
Momen Prabowo Laksanakan Salat Id Hingga Halalbihalal dengan Masyarakat Aceh Tamiang
-
Viral! Dikabarkan Tewas Sejak 2019, Sosok Ini Sangat Mirip Jeffrey Epstein, Apakah Ia Masih Hidup?
-
Mojtaba Khamenei Klaim Musuh Allah Telah Tumbang, AS-Israel Disebut Salah Perhitungan
-
Prabowo Salat Id di Aceh Tamiang, Gabung Warga Huntara di Masjid Darussalam