Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan kerap dipermasalahkan karena dianggap terlalu sering melakukan kunjungan ke luar negeri. Karena itu, Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri (KDHKLN) DKI Jakarta, Mawardi membeberkan soal kunjungan Anies ke luar negeri.
Mawardi menyebut Anies Baswedan telah melakukan empat kali kunjungan kerja selama 2019. Dua di antaranya merupakan kunjungan kerja dan dua lainnya adalah kunjungan singkat.
Perjalanan dinas Anies Baswedan yang pertama menghadiri pertemuan Urban 20 (U20) Mayors Summit Agenda di Tokyo, Jepang pada 20-21 Mei. U20 merupakan pertemuan pemimpin ibu kota negara anggota G20.
Pada pertemuan U20 itu, Anies Baswedan menjadi pembicara mengenai perubahan iklim. Selain itu, ia juga memberikan paparan khusus tentang Jakarta di Sasakawa Foundation dan pertemuan bilateral dengan Gubernur Tokyo untuk memperingati Hubungan Persahabatan Kota Ke-30 antara Tokyo dan Jakarta.
Selanjutnya, plesiran Anies Baswedan kedua adalah ke Medellin, Kolombia dan Amerika Serikat pada 8-17 Juli lalu. Kegiatan Anies di antaranya adalah menjadi pembicara pada pertemuan pemimpin kota sedunia The World Cities Summit Mayors Forum 2019, USINDO Open Forum, dan bernegoisasi dengan pihak Formula E.
Menurut Mawardi, Anies Baswedan dalam setiap perjalanan sudah mengikuti aturan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Ia mengaku pihaknya dalam tiap kunjungan Anies sudah mengirim surat ke Kemendagri pada jauh hari.
"Kami selalu mengirim surat beberapa minggu sebelumnya. Bahkan ada yang beberapa bulan sebelumnya. Dan selalu mendapatkan izin dari Mendagri," ujar Mawardi dalam keterangan tertulis.
Untuk perjalanan singkat, Anies Baswedan disebut Mawardi melakukan kunjungan dua kali ke Singapura. Tujuan keberangkatannya tidak ada hubungannnya dengan tujuan dinas.
Kunjungan pertama ke Singapura terjadi pada 2 Maret untuk menjenguk istri Presiden keenam Indonesia, Ani Yudhoyono. Ibu Ani saat itu dirawat di National University Hospital (NUH), Singapura karena kanker.
Baca Juga: Mari, Bedah Keandalan Produk di Beyond Mobility Area GIIAS 2019
Mawardi menyebut kunjungan Anies hanya singkat, berlangsung satu hari. Anies Baswedan juga disebut menggunakan dana pribadi untuk perjalanannya itu.
"Beliau tidak bermalam, berangkat pagi dan sore sudah pulang ke Jakarta," jelas Mawardi.
Kemudian Anies Baswedan pada 3 Mei ke Singapura lagi untuk menjadi Keynote Speaker The Pyramid’s Annual Post-AGM Gala Dinner yang dilaksanakan di Singapura. Acara ini berdasar undangan Vivian Balakrishnan, Menteri Luar Negeri Singapura.
Mawardi juga menyebut bahwa seluruh transportasi dan akomodasi acara tadi ditanggung pihak penyelenggara. Perizinannya juga sudah diurus jauh hari sebelum keberangkatan.
"Kami mengajukan permohonan izinnya pada 21 Maret dan dibalas oleh Mendagri pada 5 April," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK
-
Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam
-
Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu
-
Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur
-
Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru
-
Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni
-
Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden
-
Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO
-
Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau
-
Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja