Suara.com - Persoalan Dokter Romi Sopfa Ismael yang dibatalkan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Solok Selatan (Pemkab Solsel) Sumatera Barat ditanggapi Panitia Seleksi Daerah (Panselda) CPNS 2018 Sekdakab Solok Selatan Yulian Efi.
Yulian beralasan pembatalan kelulusan Romi sebagai ASN tidak begitu saja terjadi. Namun sudah melalui tahapan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
"Banyak proses yang dilalui sebelum akhirnya keputusan pembatalan kelulusan Dokter Gigi Romi diumumkan", ungkap Yulian Efi seperti diberitakan Klikpositif.com - jaringan Suara.com pada Selasa (23/7/2019).
Ia juga melanjutkan pembatalan kelulusan tersebut tidak ada hubungannya dengan persoalan kemanusiaan. Menurutnya, pembatalan tersebut lebih kepada adanya persyaratan yang tidak terpenuhi oleh Romi.
"Karena tidak sesuai dengan persyaratan yang tercantum untuk penerimaan CPNS formasi umum, makanya pembatalan itu dilakukan," tegasnya.
Selain itu, ia juga menegaskan Pemkab Solsel tidak bersikap diskriminatif terhadap penyandang disabilitas dalam penerimaan ASN. Bahkan, Pemkab Solsel membuka formasi untuk tiga penyandang disabilitas pada penerimaan ASN tahun 2018.
"Kan Pemkab menerima formasi 3 orang untuk penyandang disabilitas dan itu yang terisi cuma dua," katanya.
Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Aparatur Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Kabid PPA BKPSDM) Solsel Admi Zulkhairi juga menegaskan pembatalan kelulusan Romi lebih dikarenakan adanya persyaratan yang disyaratkan dalam formasi tidak dipenuhi.
"Intinya Dokter Gigi Romi tidak memenuhi kriteria persyaratan penerimaan CPNS formasi umum," tegasnya.
Baca Juga: Pendaftaran CPNS Buka Lagi Oktober, Menpan RB: Disediakan 100 Ribu Kursi
Dari data Pemkab Solsel, Romi terdaftar sebagai pegawai tidak tetap (PTT) Kemenkes 2015-2017 yang berdinas di Puskesmas Talunan.
"Pada 2016 ada perpanjangan kontrak PTT Kemenkes melalui seleksi, karena sakit Dokter Gigi Romi tidak bisa mengikutinya," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Solsel Novirman.
Setelah tidak lagi menjadi PTT Kemenkes, imbuhnya, pihaknya mengupayakan Dokter Gigi Romi menjadi Tenaga Harian Lepas (THL) Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Selatan.
"Jadi Sejak 2018 sampai 2019 ini Dokter Gigi Romi masih THL Dinas Kesehatan," terangnya.
Sementara itu, Kabag Hukum Sekdakab Solok Selatan Akmal menghormati pilihan Romi menempuh penyelesaian tersebut melalui jalur hukum.
"Kami hargai jika Romi menempuh jalur hukum untuk menguji kebenaran materil persoalan ini," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
-
5 HP RAM 8 GB untuk Multitasking Lancar Harga Rp1 Jutaan Terbaik Februari 2026
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
Terkini
-
Sejumlah Masyarakat Sipil Laporkan Kejahatan Genosida Israel ke Kejaksaan Agung
-
Kapolda Metro ke Anggota: Jangan Sakiti Hati Masyarakat, Satu Kesalahan Bisa Hapus Seluruh Prestasi!
-
Thomas Djiwandono Geser ke BI, Benarkah Juda Agung Jadi Wamenkeu Baru Pilihan Prabowo?
-
Usut Kasus Korupsi Rumah Jabatan, KPK Periksa Sekjen DPR Indra Iskandar Hari Ini
-
70 Anak Indonesia Terpapar Komunitas Kekerasan TCC, Komisi X DPR: Tentu Ini Jadi Persoalan Serius
-
Sanksi Menanti! Mahasiswa UNISA Yogyakarta Pelaku Kekerasan Akhirnya Mengaku
-
Jokowi Solid Dukung Prabowo 2 Periode, Gibran Dinilai Lebih Matang untuk Maju Pilpres 2034
-
Pria 55 Tahun di Pasar Minggu Diduga Lecehkan Anak, Polisi Evakuasi dari Amukan Warga
-
Pengamat: Dasco Temani Prabowo saat Umumkan Kabinet Jadi Simbol Partisipasi Rakyat
-
Skandal Narkoba Polres Bima: Kasatresnarkoba AKP Malaungi Diperiksa Terkait Jaringan Bripka Karol