Suara.com - Setelah menyerahkan diri ke Polres Metro Jakarta Pusat, Abah Grandong akan dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati untuk menjalani pemeriksaan kejiwaan. Lelaki asal Banten itu dibekuk polisi lantaran aksinya memakan kucing hidup-hidup.
Wakil Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat AKBP Arie Ardian mengatakan, pemeriksaan kejiwaan itu baru akan dilakukan setelah Abah Grandong selesai diperiksa.
"Kami hari ini langsung melaksanakan pemeriksaan, setelah dilakukan BAP, selanjutnyakan akan kami bawa ke RS Kramat Jati untuk dilakukan pemeriksaan kejiwaan," kata Arie di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Kamis (1/8/2019).
Dalam pemeriksaan sore ini, status pria asal Rangkas Bitung, Banten tersebut masih sebatas saksi. Jika ulah Abah Grandong memenuhi unsur pidana, maka polisi akan menindak lebih jauh.
"Kami periksa dulu saksi-saksi semaunya, kalau memenuhi unsurnya akan ditindak lanjutin lebih lanjut," sambungnya.
Sejauh ini, polisi telah memeriksa tiga orang saksi. Polisi juga akan menyelidiki orang yang merekam serta mengunggah aksi ekstrim Abah Grandong.
"Ada tiga orang saksi. Kita cek nanti siapa yang rekam video ini, kita dalami betul," singkat Arie.
Sebelumnya, warga digegerkan oleh aksi pria misterius yang menyantap kucing secara hidup-hidup. Aksi keji yang terjadi di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat itu sempat viral di dunia maya.
Dalam video berdurasi 34 detik tersebut, tampak seorang pria berjaket cokelat dan mengenakan topi biru sedang mengunyah seekor kucing hidup-hidup. Pria itu mengoyak-ngoyak badan hewan peliharaan yang masih dipenuhi bulu.
Baca Juga: Sangar Berpeci Biru, Ini Wajah Abah Grandong Si Pemakan Kucing Hidup-hidup
Berita Terkait
-
Sangar Berpeci Biru, Ini Wajah Abah Grandong Si Pemakan Kucing Hidup-hidup
-
Tampang Sangar, Abah Grandong Si Pemakan Kucing Hidup Bungkam saat Menyerah
-
Pria Pemakan Kucing Akan Serahkan Diri, Polisi: Sedang Dalam Perjalanan
-
Serahkan Diri, Abah Grandong Si Pemakan Kucing Hidup-hidup Menyerah!
-
Makan Kucing Hidup buat Teror Pedagang, Abah Grandong Akhirnya Mau Menyerah
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional