Suara.com - Juru Bicara Front Pembela Islam Slamet Ma'arif turut angkat bicara terkait pemadaman listrik massal di sejumlah provinsi di Indonesia.
Terkait masalah mati lampu massal itu, Slamet meminta pemerintah berkaca dan berani bersikap ksatria seperti pejabat-pejabat di negara lain yang rela mundur dari jabatannya.
"Ya pemerintah ayolah berkaca dengan negara lain. Bagaimana kejantanan, ke-gentle-an, keberanian pemimpin negara lain, jadi tolong dilihat itu," kata Slamet Ma'arif di Hotel Lorin Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (5/8/2019).
Seperti diketahui, kejadian serupa yakni gangguan listrik padam juga pernah terjadi di negara Korea Selatan dan Taiwan. Ketika itu, Menteri Ekonomi Korsel Choi Joong-Kyung dan Menteri Ekonomi Taiwan, Lee Chih-kung langsung mengundurkan diri. Keduanya mengundurkan diri lantaran merasa bersalah dan bertanggung jawab atas peristiwa pemadaman listrik secara massal di negara mereka.
Steering Commite Ijtima Ulama dan Tokoh ke-IV ini mengaku persoalan gangguan listrik padam yang terjadi kemarin tidak akan dibahas dalam Ijtima Ulama dan Tokoh ke-IV. Namun, pihaknya tak menutup jika ada masukan terkait permasalahan tersebut yang disampaikan dalam forum nantinya.
"Enggak ada kita enggak bahas soal kelistrikan, tapi kalo nanti ada masukkan ya kita terima masukannya," ungkapnya.
Untuk diketahui pada Minggu (4/8) kemarin terjadi ganguan listrik padam secara massal selama lebih dari 8 jam di Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, dan sejumlah daerah lain di Pulau Jawa.
Terkait hal itu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi sendiri tak bisa menahan emosinya. Jokowi bahkan sampai menyampaikan kemarahannya kepada petinggi PLN di kantor PLN jakarta Pusat.
Nada bicara dan raut wajah emosi terlihat saat Jokowi mendengarkan paparan dari petinggi PLN. Karena terlalu panjang, Jokowi pun meminta penjelasan yang sederhana.
Baca Juga: Balas Tuduhan Anti Pancasila, FPI: Jangan Beritakan Hoaks dan Fitnah
"Bapak, Ibu, semuanya kan orang pintar-pintar apalagi urusan listrik. Sudah bertahun tahun. Apakah tidak dihitung? Apakah tidak dikalkukasi kalau akan ada kejadian-kejadian? Sehingga kita tahu sebelumnya. Kok tahu-tahu drop?" kata Jokowi di Kantor PLN Pusat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pagi tadi.
Jokowi mengatakan mati lampu massal sangat merugikan konsumen. Selain itu merusak reputasi PLN.
Dia menilai pemadaman listrik massal ini tidak hanya merusak reputasi PT PLN (Persero). Menurutnya danpak kejadian tersebut turut membahayakan transportasi umum.
"Saya tahu itu tidak hanya bisa merusak reputasi PLN tetapi juga banyak hal di luar PLN terutama konsumen sangat dirugikan, pelayanan transpotasi umum MRT misalnya sangat berbahaya sekali," ujar Jokowi.
Berita Terkait
-
Dampak Listrik Padam, Lampu Lalu Lintas Tidak Berfungsi
-
Imbas Pemadaman Listrik Bergilir, Server Disdukcapil Kota Bogor Mati
-
Jakarta Mati Listrik, Natasha Rizky Lakukan Ini ke Anak
-
Setelah Mati Lampu Massal, Bekasi Kini Kena Pemadaman Listrik Bergilir
-
PLN akan Berikan Kompensasi Pelanggan Terdampak Pemadaman Listrik
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam