Suara.com - Partai Gerindra menilai ada pihak yang tak menyukai keintiman yang belakangan ditunjukkan oleh ketua umumnya Prabowo Subianto, Presiden terpilih Jokowi, dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Wakil Sekretaris Jenderal Gerindra Andre Rosiade mengatakan, pihaknya merasakan respons positif dari masyarakat terhadap pertemuan yang dilakukan oleh Prabowo Subianto dengan Presiden Joko Widodo dan Megawati Soekarnoputri.
"Kami merasakan masyarakat mendukung pertemuan ini, masyarakat merespons baik bagi bangsa dan negara, karena kompetisi yang keras sudah selesai," kata Andre di Jakarta, Sabtu (10/8/2019).
Hal itu diungkapkannya saat diskusi Perspektif Indonesia bertema "Membaca Arah Tusukan Pidato Mega" yang diselenggarakan Populi Center dan Smart FM Network.
Menurut dia, Prabowo, Jokowi, dan Megawati sebagai tokoh bangsa mencontohkan tradisi yang baik dengan bertemu, usai berkompetisi yang sempat meningkatkan ekskalasi politik.
Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra itu mengatakan, bahwa lima tahun lagi bangsa Indonesia akan kembali menghadapi kompetisi serupa sehingga perlu belajar dari konstelasi Pilpres 2019.
"Kalau kita tidak belajar, tidak bersatu lagi, para tokoh tidak mencontohkan, ini akan berbahaya bagi (pesta demokrasi) 2024. Karena itu, para tokoh sudah memberikan contoh baik," katanya.
Karena itu, Andre mengaku aneh jika pertemuan tokoh bangsa yang seharusnya diapresiasi, ternyata ada segelintir pihak yang justru merasa kebakaran jenggot.
"Seharusnya publik menyambut baik pertemuan ini. Ada keteladanan, contoh baik bagi bangsa. Di saat pertemuan tokoh yang baik, bagus, dapat respons baik dari rakyat, ternyata ada yang kebakaran brewok," ujarnya.
Baca Juga: Koalisi atau Oposisi, Gerindra: Keputusan Sepenuhnya di Tangan Prabowo
Ia menambahkan, selama ini Prabowo dan Mega punya modal kedekatan secara personal dan kekeluargaan, dan mereka berdua juga tidak punya masalah apapun meski berbeda pilihan politik.
"Pak Prabowo kembali ke Indonesia dibantu Bu Mega dan almarhum Pak Taufik Kiemas. Tidak bisa Pak Prabowo melupakan sejarah itu. Lalu, beliau berdua pernah maju sebagai kandidat presiden dan wakil presiden, Mega-Pro," katanya.
Jangan kemudia kehangatan hubungan itu disalahartikan bahwa Gerindra sudah pasti masuk ke dalam kabinet atau pemerintahan, katanya.
Seusai Pilpres 2019, Prabowo mengawali pertemuannya dengan Jokowi di MRT, Sabtu (13/7), kemudian Prabowo juga bertemu dengan Megawati, Rabu (24/7), di kediaman putri Bung Karno itu.
Setelah itu, Prabowo kembali memenuhi undangan Megawati untuk menghadiri pembukaan Kongres V PDIP di Bali.
Berita Terkait
-
Kesal Kader Mejeng di Pantai saat Kongres, Megawati: Ya Allah Anak Buahku
-
Megawati: Calon Menteri Jokowi Cuma Saya yang Tahu, Tunggu Tanggal Mainnya
-
Bukan Lagi Banteng Ketaton, Sampai Kapan PDIP Bergantung pada Megawati?
-
Jokowi Belum Dilantik, Gerindra Bantah Telah Bahas Pilpres 2024 ke Megawati
-
Gabung Jokowi atau Tidak, Prabowo Ingin Perjuangkan Pasal 33 UUD 1945
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam
-
Kritik Tajam ke Prabowo Soal IKN: Politisi PDIP Minta Stop Pembangunan Baru, Fokus Ini!
-
Mahfud MD Sebut Jaksa Tidak Fair dalam Kasus Nadiem Makarim, Ini Alasannya
-
Ini 5 Fakta Kerusakan Hutan di Indonesia yang Jadi Sorotan Dunia
-
Komisi III DPR Perjuangkan Nasib Hakim Ad Hoc dengan Syarat Mutlak Jangan Mogok Sidang