Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menunjukkan buku berjudul Jokowi People Power saat jeda pemeriksaan untuk Shalat Jumat di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/5). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar]

Suara.com - Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais tidak mau menanggapi lebih jauh terkait perkembangan politik di Indonesia. Mantan penasihat BPN Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 itu hanya menyebut umat Islam harus optimis meski politik yang mungkin kurang adil.

“Kita umat muslimin tidak perlu pesimis, harus optimis karena kita sekarang menghadapi keadaan yang agak tidak kita sukai. Ekonomi barangkali tidak terkendali," ujar Amien usai menjadi imam dalam salat ied Idul Adha 1440 H di Masjid Kristal Khadija, Minggu (11/8/2019).

"Politik juga mungkin kurang adil dan hukum dilakukan tebang pilih,” Amien menambahkan.

Menurut Amien, umat Islam bisa belajar dari keteladanan Nabi Ibrahim. Salah satu nabi yang unggul di mata Allah selain Nabi Muhammad SAW itu memberikan keteladanan yang mulia dalam hal berkorban dan ketaqwaan.

“Nabi Muhamamad SAW dan Nabi Ibrahim banyak kemiripan. Umat Islam diharapkan dapat menjadikannya teladan dan tidak kehilangan kompas,” kata dia.

Menurutnya, Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia pasti mengalami pasang surut. Kadang umat muslim bergembira karena perkembangan bangsa yang mengindikasikan ke arah positif.

Namun kata Amien, ada kalanya umat Islam mengalami masa sedih, kecewa dan lainnya. Hal itu amat sangat biasa, termasuk dalam kondisi politik.

“Tapi kita dalam keadaan apapun untuk berdoa pada Allah kebaikan hidup kita di masa mendatang,” kata Amien.

Kontributor : Putu Ayu Palupi