Suara.com - Jimmy Sohahau Harefa (17), anak mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum atau KPU Kabupaten Nias Utara, ditemukan meninggal di kediamannya di Jalan Pelita Damai, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara.
"Korban tewas diduga dibunuh, karena di kepala korban ditemukan sejumlah luka," kata Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan melalui Ps Paur Humas Polres Nias Bripka Restu Gulo, Kamis (22/8/2019).
Menurut Bripka Restu Gulo, pelaku pembunuhan masih belum diketahui dan motif pembunuhan terhadap korban juga masih dalam penyelidikan.
"Penyidik masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini, dan sudah meminta keterangan sejumlah saksi tadi malam," terangnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban adalah anak mantan ketua KPU Nias Utara Otorius Harefa.
Saat ditemukan tewas, korban hanya sendirian di dalam rumah, dan korban adalah pelajar di salah satu sekolah lanjutan tingkat atas di Kota Gunungsitoli.
Menurut teman sekolah korban Kevin Daeli, korban ditemukan tewas pertama sekali oleh teman sekolah korban yang bertamu ke rumah korban Juan Bastian Zebua.
Karena pintu rumah korban tak kunjung dibuka, teman korban Juan Bastian Zebua menghubungi pihak kepolisian.
Mendapat laporan dari teman korban, Kapolres Nias bersama sejumlah personel langsung turun ke lokasi dan membuka pintu rumah korban.
Baca Juga: Kesal Ibunya Kerap Dianiaya, Pernando Bunuh Ayah Kandung
Saat pintu rumah korban dibuka, korban ditemukan bersimbah darah di atas tempat tidur dalam kamarnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Prada Deri Dituntut Seumur Hidup, Keluarga Korban Minta Hukuman Mati
-
Bunuh Satu Keluarga Cuma karena HP, Samin: Saya Jual Buat Bayar Utang Bank
-
Bayi Tewas di Bak Kamar Mandi, Diduga Dibunuh Ibunya yang Alami Depresi
-
Bantai Satu Keluarga saat Kondisi Teler, Istri Curigai Samin Berbau Anyir
-
Cerita Bunuh Satu Keluarga saat Buron, Samin Malah Dianggap Bercanda
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
Terkini
-
Diduga Main Asal Belok, Pengendara Ojol Luka Parah Dihantam Bus Transjakarta
-
Usut Kasus Pemerasan Sudewo Cs, KPK Panggil Plt Bupati Hingga Ketua KPU Pati
-
Lapangan Padel di Jakarta Wajib Pasang Peredam Suara, Jika Tidak Siap-Siap Kena Sanksi!
-
Ini Dia 36 Wartawan Pemenang Kompetisi Karya Jurnalistik Pupuk Indonesia Media Award 2025
-
Menteri PPPA Desak Pecat Anggota Brimob Penganiaya Anak hingga Tewas di Tual
-
Suara Rakyat Tertelan Ombak, Elite PAN Beberkan Bahaya Jika Ambang Batas Parlemen Jadi 7 Persen
-
Pria Ngaku Polisi Aniaya Tiga Pegawai SPBU Cipinang, Reskrim dan Propam Polda Metro Turun Tangan
-
DPR Desak THR Dibayar 2 Pekan Lebih Awal, Ternyata Ini Alasannya!
-
Hadapi Tensi Panas AS-Iran: Status Siaga 1 Berlanjut, KBRI Teheran Siapkan Jalur Evakuasi
-
57 Eks Pegawai KPK Berpeluang Kembali? Setyo Budianto Respons Putusan KIP Soal TWK