Suara.com - Polisi ternyata tetap menyelidiki kasus tewasnya pekerja rumah tangga bernama Yayan (35) akibat digigit anjing jenis Malinois Belgian, meski presenter televisi Bimo Aryo telah menyerahkan uang Rp 60 juta kepada keluarga korban.
Kapolsek Cipayung Kompol Abdul Rasyid menyampaikan pemberian uang itu dilakukan setelah keluarga korban dan Bimo sepakat berdamai.
"Pemilik anjing sudah berikan dana kepada korban Rp 60 juta. Ya, mereka sedang menempuh jalan damai," kata Rasyid seperti dikutip dari Antara, Rabu (4/9/2019).
Menurut Rasyid, upaya damai yang ditempuh kedua belah pihak tidak akan pengaruhi proses penyelidikan kasus di kepolisian.
"Walau damai, tetap penyelidikan jalan," kata Abdul.
Hingga saat ini pihaknya telah memeriksa empat orang terkait insiden terkaman anjing jenis Malinois Belgian yang menewaskan seorang asisten rumah tangga bernama Yayan, Jumat (30/8).
Keempat orang yang telah menjalani pemeriksaan sejak Jumat (30/8) hingga Selasa (3/9) di antaranya bapak dari Bima Aryo, Bima Aryo, teman korban, dan anak dari korban.
"Pada saat itu, anaknya almarhumah kami panggil untuk memberikan keterangan," katanya.
Pihaknya masih menunggu proses penyelidikan untuk menetapkan tersangka yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Sebelumnya, Yayan tewas usai diterkam seekor anjing berjenis Milanois Belgia, di rumah majikannya, Jalan Langgar Rt. 04/04 No. 41, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (30/8).
Korban mengalami luka cakar dan gigitan pada bagian leher, dada, serta punggung. Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati namun meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.
Berita Terkait
-
Anjingnya Terkam ART hingga Tewas, Presenter Bima Aryo Diamuk Warganet
-
Kasus PRT Tewas Digigit Anjing, Polisi Panggil Ibu Bimo Aryo Besok
-
PRT Tewas Diserang Anjing, JALA PRT: Majikan Harus Dituntut dan Ditangkap
-
Terkuak! PRT Tewas Digigit Anjing saat Majikan Gelar Pesta Pernikahan Anak
-
PRT Tewas Digigit Anjing Herder karena Disuruh Majikan Bersihkan Kandang
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!