Suara.com - Kontool, produsen perangkat lunak untuk bidang akuntansi dan konsultasi pajak asal Jerman, tidak menyangka nama perusahaannya viral di antara warganet Indonesia. Namun, manajemen Kontool mengakui senang.
Beberapa hari belakangan ini, warganet Indonesia dihebohkan dengan sebuah perusahaan yang namanya sekilas mirip dengan sebutan untuk alat vital laki-laki.
DW Indonesia berusaha menghubungi perusahaan ini. Namun, mengingat ketatnya tenggat waktu, DW melakukan wawancara lewat surat elektronik.
Pihak Kontool lantas membalas email DW dengan taburan emoji positif di sana-sini.
"Ya, kami sangat senang berada di gelombang viral," ujar salah satu pendiri Kontool, Mirko Behnken, kepada Deutsche Welle Indonesia seperti dikutip Suara.com, Senin (9/9/2019).
Kontool adalah perangkat lunak yang bisa dipakai oleh pekerja di bagian akutansi dan juga para konsultan pajak.
Sistem ini diproduksi oleh Kantiko GmbH yang didirikan tahun 2012. Hingga kini, Kantiko GmbH mempekerjakan sepuluh orang karyawan yang berkedudukan di kota Hamburg dan Berlin, Jerman.
Ketiga pendiri perusahaan, yaitu Stefan Jürgens, Benjamin Panke dan Mirko Behnken sendiri adalah kolega yang bekerja bersama sebelum akhirnya memutuskan untuk mendirikan perusahaan Kantiko.
"Ini adalah aplikasi website untuk manajemen sistem informasi bagi perusahaan berskala kecil (5-50 karyawan). Ini membantu para pengusaha untuk bisa berfokus pada data finansial mereka tanpa harus memiliki pengetahuan di bidang teknologi informasi atau akuntansi."
Baca Juga: Heboh Aplikasi Kontool dan 4 Berita Top Tekno 3 September
"Karena itu, kami mencari sebuah nama yang berkaitan dengan perangkat lunak dan akuntansi," ujar Behnken ketika ditanya perihal asal-usul pemberian nama perusahaannya.
Setelah meriset dalam bahasa Inggris, Prancis dan Jerman, akhirnya para pendiri perusahaan sepakat memakai nama Kontool yang merupakan gabungan dari dua kata berbahasa Jerman dan Inggris.
Kata pertama yaitu Konto dalam bahasa Jerman berarti rekening dan tool dalam bahasa Inggris, yang artinya alat.
"Kami tidak pernah menyangka bahwa suatu saat kami akan berkomunikasi dengan pasar dari Indonesia," tulisnya.
Spontan tawarkan kaus humor
Sejumlah warganet yang berbahasa Indonesia sontak menghujani laman sosial media milik Kontool, utamanya di Twitter dan Facebook.
Berita Terkait
-
Kecewanya Joachim Low Setelah Jerman Ditaklukkan Belanda
-
Kalahkan Jerman, Pelatih Belanda Ungkapkan Strategi Permainannya
-
Belanda Sukses Taklukkan Jerman di Hamburg
-
Jerman vs Belanda: Van Dijk Yakin De Ligt Bangkit Usai Melempem dengan Juve
-
5 Fakta Menarik Jelang Jerman vs Belanda di Kualifikasi Piala Eropa 2020
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Materi Pencegahan LGBTQ Masuk Sekolah, Pengamat Ingatkan Guru Jangan Menghakimi Siswa
-
Posisi Cermin di Kamar Tidur Baiknya di Mana? Ini Penjelasan Ahli Interior dan Feng Shui
-
4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
-
Usai Dibungkam Vietnam, Herdman Kirim Pesan Emosional untuk Suporter Timnas Indonesia
-
Dibungkam Vietnam 0-3, Peluang Indonesia ke Semifinal AFF 2026 Kian Berat
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang