Suara.com - Petugas parkir kantor Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyebut masih banyak karyawan Dishub yang membawa kendaraan pribadi setiap hari Rabu. Padahal, hari ini, Rabu (11/9/2019), merupakan hari berlakunya kebijakan Rabu tanpa kendaraan pribadi khusus untuk karyawan Dishub DKI.
Petugas parkir yang enggan disebutkan namanya itu menyebut masih banyak pegawai Dishub yang membawa kendaraan pribadi roda dua saat menuju ke kantor. Mereka parkir seperti biasa di kawasan kantor Dinas Perhubungan, Jalan Taman Jati Baru, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat.
"Masih ada dari pagi yang bawa motor sih. Mungkin pada bandel," ujar petugas tersebut di lokasi, Rabu (11/9/2019).
Ia mengaku sudah beberapa tahun terakhir menajdi petugas parkir di kantor Dishub Jakarta. Menurutnya meski ada program Rabu tanpa kendaraan pribadi, parkiran tetap saja dipenuhi kendaraan pribadi pegawai.
"Enggak ada bedanya. Masih ramai juga. Kalau motor dinas ada terus. Motor sendiri juga masih ramai," jelasnya.
Kawasan Dishub merupakan bagian dari kompleks kantor Dinas Perumahan, Citata, SDA, Perindustrian dan Energi, dan Kanwil BPN DKI Jakarta. Parkiran tersebar di beberapa titik di setiap kantor Dinas.
Pantauan suara.com di lokasi, sekitar kantor Dishub masih ramai terparkir berbagai kendaraan pribadi. Motor atau mobil terlihat hilir mudik beberapa kali.
Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menerapkan kebijakan yang melarang para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas tersebut untuk tidak menaiki kendaraan pribadi. Program yang dianggap bertujuan untuk mengurangi polusi udara di Jakarta ini akan di adakan setiap hari Rabu.
Kepala Dishub DKI, Syafrin Liputo, mengatakan instansi pemerintah DKI yang menerapkan kebijakan ini baru dinas yang ia pimpin saja. Nantinya kebijakan ini akan diikuti oleh 5.114 PNS di Dishub DKI.
Baca Juga: Uji Coba Ganjil-genap Sepekan Diklaim Turunkan Polusi Udara 20 Persen
"ASN Dishub saya instruksikan untuk tidak membawa kendaraan pribadi dan wajib naik angkutan umum," ujar Syafrin saat dihubungi, Kamis (5/9/2019).
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Komisi III DPR RI Sayangkan Guru Honorer di Probolinggo Dipidanakan karena Rangkap Jabatan
-
Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Terbukti, Kerry Riza Minta Pembebasan dan Pengembalian Aset
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Kerry Adrianto Merasa Dijebak dalam Kasus Korupsi Pertamina
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan