Suara.com - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menerapkan kebijakan yang melarang para pegawai dinas tersebut untuk tidak membawa kendaraan pribadi setiap hari Rabu.
Dalam pelaksanaannya, Kepala Dishub DKI Syafrin Liputo ikut mengawasi langsung.
Ia mengaku menginvestigasi langsung tempat parkir di sekitar kantornya, Gambir Jakarta Pusat. Tujuannya untuk memeriksa kemungkinan ada anak buahnya yang membawa kendaraan pribadi dan diparkir di parkiran dekat kantor.
"Kemarin saya juga pas hari rabu saya muter-muter di sekitar kantor tujuannya untuk melakukan pengecekan itu dan hasil investigasinya enggak ada ya," ujar Syafrin saat dihubungi, Jumat (6/9/2019).
Selain itu, Syafrin menyebut setiap pegawai Dishub harus melakukan swafoto saat menaiki angkutan umum. Tujuannya untuk bisa mengawasi kendaraan yang dinaiki tiap pegawai saat pergi ke kantor.
"Selfie dan kirimkan ke medsos atau WA group Dishub. Sehingga Kasubag kepegawaian memantau si A naik apa, si B naik apa," jelasnya.
Bahkan, Syafrin mengklaim tidak ada pegawai yang menaiki ojek online atau ojol. Pihaknya, diakui Syafrin, sudah melakukan pendataan dan seluruhnya menggunakan kendaraan umum.
"Enggak ada (naik ojol). Kebetulan mereka kmarin naiknya angkot, busway, KRL, MRT, metro mini, mayasari, atau angkutan pemukiman JR connection, itu mereka biasanya naik itu," katanya.
Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menerapkan kebijakan yang melarang para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas tersebut untuk tidak menaiki kendaraan pribadi.
Baca Juga: Dishub Putuskan Jalan Salemba Depan RS Carolus Tak Kena Ganjil Genap
Program yang dianggap bertujuan untuk mengurangi polusi udara di Jakarta ini akan di adakan setiap hari Rabu.
Kepala Dishub DKI, Syafrin Liputo mengatakan instansi pemerintah DKI yang menerapkan kebijakan ini baru dinas yang ia pimpin saja. Nantinya kebijakan ini akan diikuti oleh 5.114 PNS di Dishub DKI.
"ASN Dishub saya instruksikan untuk tidak membawa kendaraan pribadi dan wajib naik angkutan umum," ujar Syafrin saat dihubungi, Kamis (5/9/2019).
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
Terkini
-
DPRD DKI Minta Ragunan Evaluasi Total Sistem Keamanan Usai Anak Jatuh ke Kandang Gajah
-
Bukan Sekadar Seremonial, Seskab Teddy Beberkan 7 Prestasi Diplomasi Prabowo: Investasi Rp 2.430 T
-
Tim Jibom Temukan 'Granat Maut' di Lokasi Ledakan Biak, Olah TKP Terpaksa Ditunda
-
Seskab Teddy: Lawatan Luar Negeri Bukan Gagah-gagahan, Prabowo Tanggung Kelebihan Biaya
-
Jalan Lenteng Agung Ditutup hingga Selasa Pagi
-
Bukan Pemain Baru, Istri Pemilik WO Marwah Ternyata Residivis Penipuan Kelas Kakap
-
Isak Tangis Iringi Pemakaman 5 Korban Bom PD II di Biak, Maut yang Terpendam Puluhan Tahun
-
Kolaborasi dengan FBI, Polda Jateng Ungkap Sindikat Penipuan Online Bermodus Pig Butchering
-
Jokowi Ungkap Alasan Tak Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
Maut dari Masa Lalu, 3 Warga Biak Masih Hilang Usai Ledakan Bom Perang Dunia II