Dari pantauan Suara.com, asrama khusus anak laki-laki dan asrama perempuan memang berada di antara pemukiman warga RW II, Dukuh Dlopo, Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem. Dua bangunan asrama itu dipisahkan oleh sebuah masjid yang cukup megah di kompleks ponpes tersebut.
Asrama khusus putra, merupakan bangunan dua lantai yang cukup besar. Terlihat puluhan anak tidur di lantai bawah dari asrama pondok anak tersebut. Sebagian anak-anak yang mayoritas usia sekolah dasar itu tidur tanpa alas, dan sebagian lainnya bahkan bertelanjang dada.
"Memang banyak yang lebih suka tidur tanpa alas. Ya anak-anak bagaimana ya, kan kadang begitu," ujar Syaiful.
Menurut Syaiful, jumlah santri anak di Pondok tersebut ada 60 anak mulai usia 5 tahun hingga tamat sekolah dasar. Mereka terdiri dari 40 anak laki-laki dan 20 anak perempuan.
Syaiful mengaku sudah tahu tentang viralnya unggahan foto dan video suasana pondok anak yang dia asuh di media sosial. Namun, kata dia, banyak informasi yang tidak tepat dari unggahan tersebut.
"Meskipun juga membawa 'berkah'," katanya.
Satu hal yang dia tegaskan adalah bahwa asrama anak-anak itu bukan panti asuhan, melainkan pondok pesantren anak.
"Sehari-hari anak-anak, baik di asrama anak putra maupun putri, menu makannya hampir sama, nasi pakai sayur dan kerupuk," kata dia, meski bukan berarti setiap hari menunya sama.
Menurut Syaiful, hidup sederhana dan makan seadanya merupakan bagian dari penempaan mental dan spiritual di pondok pesantren tradisional seperti di Pondok Al Islah.
Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Bandara Internasional Sepinggan Telah Dijual ke Asing?
"Seperti kata Mbah Kiai, cilik mangan opak, gede mangan iwak (masa kecil makan kerupuk, biar kalau sudah besar bisa makan daging)," kata dia.
Tentang tayangan video bagaimana penghuni pondok anak menyantap makanan sepiring untuk beberapa anak, menurutnya hal itu juga bagian dari tradisi di pondok pesantren tradisional.
"Biasanya kalau makan 'kembulan' kan malah nikmat," katanya.
Syaiful juga membenarkan bahwa ada sejumlah santri anak yang berasal dari keluarga miskin atau anak yang orang tuanya bercerai. Sementara untuk santri dari keluarga mampu dikenakan biaya pendidikan Rp 500 ribu per bulan.
Terima Banyak Bantuan
Usai unggahan foto dan video yang disebut 'anak panti asuhan' viral di media sosial, bantuan dari masyarakat banyak mengalir ke Pondok Pesantren Al Islah Assuyuthi, Kediri. Lokasi ponpes itu hanya sekitar 5 kilometer dari pusat Kota Kediri itu.
Berita Terkait
-
Viral Anak-anak Panti Tidur di Lantai, Aslinya Ternyata Ponpes di Kediri
-
Bikin Prihatin, Begini Potret Serba Kekurangan Rumah Yatim Piatu di Kediri
-
Joget dan Air Mata Sang Lurah Saat Serahkan Kiai Gadakan ke Bung Karno
-
Ndalem Pojok, Saksi Bisu Kusno Kecil Diruwat Menjadi Soekarno
-
CEK FAKTA: Heboh BJ Habibie Meninggal Dunia, Ternyata Bohong
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Google Spil Tiga Jenis Kemitraan dengan Media di HPN 2026, Apa Saja?
-
KBRI Singapura Pastikan Pendampingan Penuh Keluarga WNI Korban Kecelakaan Hingga Tuntas
-
Survei Indikator Politik: 70,7 Persen Masyarakat Dukung Kejagung Pamerkan Uang Hasil Korupsi
-
Geger Pria di Tambora Terekam CCTV Panggul Karung Diduga Isi Mayat, Warga Tak Sadar
-
Menkomdigi Meutya Minta Pers Jaga Akurasi di Tengah Disinformasi dan Tantangan AI
-
Megawati Terima Doktor Kehormatan di Riyadh, Soroti Peran Perempuan dalam Kepemimpinan Negara
-
Survei Indikator: Kepuasan Publik atas MBG Tinggi, Kinerja BGN Jadi Penentu Keberlanjutan
-
Dewan Pers di HPN 2026: Disrupsi Digital Jadi Momentum Media Bebenah
-
Benang Merah Dua Ledakan di Sekolah: Ketika Perundungan, Internet, dan Keheningan Bertemu
-
Tembus 79,9 persen, Kenapa Kepuasan Kinerja Prabowo Lebih Tinggi dari Presiden Sebelumnya?