Suara.com - Pemerintah Indonesia telah resmi memutuskan akan memindah Ibu Kota ke Kalimantan. Keputusan itu memantik sejumlah isu atau kabar di media sosial yang sayangnya belum pasti kebenarannya. Salah satunya adalah postingan yang menyebut Bandara Internasional Sepinggan di Kalimantan Timur telah dijual ke pihak asing sejak 2017. Benarkah?
Informasi soal Bandara Sepinggan itu ditulis oleh akun Facebook bernama Andi Ridwan Palu. Dalam unggahannya akun tersebut menulis:
“Dijual Diam Diam Mungkin kita tadak banyak yg tahu, bahwa Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan Kalimantan Timur telah dijual dgn asing tahun 2017 lalu. Bandara yg dibangun 4 lantai dari uang APBN tahun anggaran 2012 – 2013 oleh zaman Pemerintahan SBY, dan dijual kepada asing oleh Pemerintah Jokowi.”
Arsip postingan lengkapnya bisa dicek di sini.
Penjelasan:
Dari penelusuran Turnbackhoax.id, jaringan kolaborasi Cekfakta.com, Bandara Internasional Sepinggan masih dikelola oleh perusahaan BUMN, yakni PT Angkasa Pura I. Menurut situs resminya, PT Angkasa Pura I diberi wewenang untuk mengelola bandara di kawasan tengah dan timur Indonesia. Bandara Internasional Sepinggan dicantumkan sebagai salah satu dari 13 bandara yang sedang dikelola PT Angkasa Pura I. Daftar 13 bandara tersebut bisa dilihat di situs resmi PT Angkasa Pura.
Saat ini, Angkasa Pura Airports mengelola 13 (tiga belas) bandara di kawasan tengah dan timur Indonesia, yaitu:
1. Bandara I Gusti Ngurah Rai – Denpasar
2. Bandara Juanda – Surabaya
3. Bandara Sultan Hasanuddin – Makassar
4. Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan – Balikpapan
5. Bandara Frans Kaisiepo – Biak
6. Bandara Sam Ratulangi – Manado
7. Bandara Syamsudin Noor – Banjarmasin
8. Bandara Ahmad Yani – Semarang
9. Bandara Adisutjipto – Yogyakarta
10. Bandara Adi Soemarmo – Surakarta
11. Bandara Internasional Lombok – Lombok Tengah
12. Bandara Pattimura – Ambon
13. Bandara El Tari – Kupang
PT Angkasa Pura I mengkonfirmasi di dalam laporan keuangannya yang terkini — tertanggal 31 Maret 2019 — bahwa perusahaan itu mengelola Bandara Internasional Sepinggan.
Baca Juga: CEK FAKTA: Kerusuhan di Papua, Benarkah Ada Masjid Dibakar?
PT Angkasa Pura I (Persero) sendiri merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sahamnya 100% dimiliki oleh Negara Republik Indonesia.
Berita Terkait
-
Begini Gambaran Sarana Transportasi Kelak di Calon Ibu Kota RI
-
CEK FAKTA: Kerusuhan di Papua, Benarkah Ada Masjid Dibakar?
-
Brimob Kalimantan Timur Hadirkan Senyum untuk Anak-anak di Papua
-
Begini Penampakan Bukit Soeharto di kalimantan Timur
-
CEK FAKTA: Benarkah Ada Pria Arab Saudi Tak Sengaja Beli 2 Pesawat Airbus?
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!