News / Nasional
Kamis, 26 September 2019 | 10:13 WIB
Najwa Shihab dan Fahri Hamzah - (YouTube/Najwa Shihab)

Kali ini, ia mengalihkan poin jawabanya dengan memuji dirinya sendiri sebagai politikus yang paling sering berdialog.

"Saya berani bilang bahwa saya termasuk politisi yang paling banyak masuk kampus dan berdialog dengan mahasiswa. Saya bisa klaim itu. Harusnya ada juara kalau saya bisa juara untuk itu," gurau pria 47 tahun itu.

Najwa Shihab pun lagi-lagi harus mengulang pertanyaan yang sama seperti yang disampaikannya sejak awal.

"Tapi kembali ke tadi, Bang Fahri, ketika Anda mengatakan ini permainan, presiden mau dilumpuhkan sampai keluar Perppu. Itu tudingan ke siapa? Siapa yang bermain?" tanya wanita yang sudah belasan tahun berkecimpung di dunia jurnalistik itu.

"Jadi karena kita ini ada dalam perbedaan yang paradigmatik sifatnya. Sebagian menganggap bahwa KPK itu harus dijaga, mohon maaf, "kesuciannya" karena dia adalah instrumen kita dalam berjuang melawan koruptor-koruptor ini. Itu satu mazhab," ucap Fahri Hamzah, tetap belum sampai ke inti pertanyaan Najwa Shihab.

Tak ayal, Najwa Shhab bertanya lagi, "Bang Fahri, Anda tidak menjawab pertanyaan saya, permainan siapa ini Bang?"

"Presiden yang seharusnya punya permainan, dialah yang harusnya menentukan dan ditagih, kok korupsinya enggak selesai. Dan dia harus membuat definisi, "saya akan selesaikan ini dalam lima tahun,"" lanjut Fahri Hamzah.

Namun, pernyataan itu diabaikan oleh Najwa Shihab, yang tak henti-hentinya mengejar jawaban yang sesuai dengan pertanyaannya.

"Dalam konteks ketika Anda mengatakan, "ada permainan, mau melumpuhkan." Apakah itu yang dilakukan teman-teman mahasiswa sekarang, itu yang dilakukan? Ada permainan untuk melumpuhkan presiden?" tanya Najwa Shihab dengan nada yang agak dinaikkan.

Baca Juga: Beda Aksi Mahasiswa 1998 dengan 2019: Gembira Ria Lawan Penguasa

Sementara itu, Fahri Hamzah tetap santai mengatakan, "Entar dulu, makanya saya jawab dulu dong."

Najwa Shihab pun sedikit menunjukkan kekesalannya, mendengar jawaban Fahri Hamzah yang tak kunjung sampai pada intinya.

"Langsung dijawab Bang Fahri, soalnya muter-muter, langsung to the point," keluh Najwa Shihab sambil menggerakkan tangannya seperti ombak.

Penonton terhibur melihatnya, sehingga mereka tertawa lalu bersorak dan bertepuk tangan.

Lalu Fahri Hamzah memberikan jawaban sambil sedikit bercanda untuk Najwa Shihab.

"Gini lo, ya kalau kita jalan-jalan, muter-muter itu kan lebih romantis," katanya, disoraki penonton lagi.

Kemudian ia kembali pada topik sebelumnya, tetapi masih sama seperti sebelumnya.

"Jadi maksudnya gini ya, saya tanya Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) dua kali, Presiden Jokowi, selalu kalau ditanya, "Gimana ini menyelesaikan korupsi ini?" "Kita perkuat KPK." Pak Jokowi pernah diwawancara panjang, "Kita perkuat KPK." Ini yang saya sebel, tapi waktu kita tanya, "KPK independen, tidak bisa kita ganggu,"" ungkap Fahri Hamzah.

"Lo ini presidensialisme, rakyat itu nyetrumnya sampeyan kok sebagai presiden kok enggak punya determinasi untuk mengatakan, "lima tahun saya selesaikan korupsi, dua tahun saya selesaikan." Saya kalau saya jadi presiden, setahun ini saya selesaikan," sambungnya.

Pernyataan panjang itu dilanjutkan dengan perdebatan antara Fahri Hamzah dengan Presiden BEM UGM Atiatul Muqtadir alias Fatur, Ketua YLBHI Asfinawati, dan Presiden KM ITB Royyan Abdulah Dzakiy.

Sementara itu, Najwa Shihab berkali-kali mencoba menyela, tetapi kemudian memilih untuk memberikan kesempat berbicara para tamunya.

Hingga akhir sesi tersebut, Najwa Shihab belum mendapat jawaban memuaskan dari Fahri Hamzah, yang pada akhir sesi tertawa sambil melakukan tos dengan anggota DPR Arsul Sani, di sebelahnya.

Load More