Suara.com - Nurainingsih (56) terlihat tergesa-gesa menuju gedung Direktorat Sabhara Polda Metro Jaya, Selasa (1/10/2019) siang.
Alasan Nurainingsih datang ke Mapolda Metro Jaya karena mendengar anaknya, Nur Hidayat (21) ikut diciduk polisi saat demo mahasiswa dan pelajar di DPR RI bentrok dengan aparat kepolisian.
Dia tak sendirian, Nurainingsih didampingi seorang perempuan bernama Isyaroh yang merupakan ibu dari rekan anaknya.
"Anak saya kan temen kuliahnya Dayat, katanya dia ikut. Saya langsung kabarin pagi-pagi ke rumahnya. Rumahnya deketan di jembatan Serong, Jalan Benda, Pamulang," ujar Isyaroh di Polda Metro Jaya.
Isyaroh lantas mengajak Nunung --sapaan Nurainingsih-- menuju Polda Metro Jaya. Dari Pamulang, kedua emak-emak ini naik kereta dan turun di Stasiun Sudirman.
"Saya naik Grab mobil dari Sudirman, dari rumah naik kereta," katanya.
Di Gedung Shabara, raut wajah Nunung tampak bersedih, matanya sembab. Nunung masygul menanti anaknya di depan pintu masuk.
Hidayat yang bercelana abu-abu keluar setelah namanya dipanggil anggota polisi. Anak bontot dari Nunung ini bertelanjang dada dan langsung menghampiri ibunya.
Nunung tak menahu mengapa Hidayat diringkus polisi. Bahkan, ia tak tahu jika anaknya yang merupakan Mahasiswa Universitas Pamulang turun ke jalan untuk ikut aksi di Gedung DPR RI.
Baca Juga: Bakar Mobil Depan Kantor Polsek Tanah Abang, 14 Orang Dibekuk Polisi
"Saya tidak tahu, lagi tidur terus ditelepon sama temennya. Biasanya kalau main, pulang. Tidak pernah gak pulang. Baru sekali ini terjadi," ujar Nunung.
Nunung sampai tak nafsu makan ketika mendengar anaknya diringkus polisi. Selama perjalanan menuju Polda Metro Jaya, Nunung mengaku lemas dan hanya teringat Hidayat seorang.
"Ya (hati saya) amburadul lah. Saya dari semalem belum makan. Dia sudah tidak punya bapak. Lemes banget ya Allah," kata Nunung menyudahi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Wamensos Agus Jabo Ajak PWI Gaungkan Program Sekolah Rakyat
-
Penyebab Longsor Cisarua Dominasi Faktor Alam, Ahli Ungkap Ancaman Geologis Gunung Burangrang
-
Akal Bulus Maling di Jakbar: Nginap di Hotel Melati, Gasak Rumah Mewah Rp150 Juta Lewat Balkon
-
Akar Masalah Seleksi Hakim MK: Konfigurasi Kekuasaan dan Upaya Melahirkan 'Hakim Boneka'
-
Mabes Polri Endus Praktik Saham Gorengan di Balik IHSG Anjlok, Siap Buru Mafia Pasar Modal
-
IDAI Ingatkan Lonjakan Penyakit Anak di Musim Hujan: Waspada Super Flu hingga Bahaya Zat Kimia
-
Duduki Kursi Ketum PBNU Lagi, Gus Yahya: Semua Kembali Guyub
-
Kasus Resmi Dihentikan, Hogi Minaya Legowo Tak Tuntut Balik
-
Percepat Program Prioritas Pemerintah, Kemendagri Akan Gelar Rakornas Pusat & Daerah 2026
-
Akhirnya Senyum Lebar! Hogi Minaya Blak-blakan Soal Masa Kelam Jadi Tersangka