Suara.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), M. Hanif Dhakiri memberikan apresiasi terkait deklarasi "Membentuk Masa Depan Pekerjaan yang Berpusat pada Manusia/Shaping a Human-Centered Future of Work", yang dihasilkan Menteri-Menteri Ketenagakerjaan anggota G20, dalam Forum G20 Labour and Employment Ministers' Meeting (LEMM). Semua negara anggota G20 beserta organisasi pekerja dan pengusaha, diminta untuk memperkuat kerja sama dalam menghadapi tantangan kerja masa depan.
"Saya menyetujui dan mengapresiasi deklarasi ini. Saya berharap, keputusan yang dihasilkan pada seluruh rangkaian pertemuan G20 bidang ketenagakerjaan ini dapat memberikan manfaat yang konkrit terhadap negara anggota G20 dan pertumbuhan ekonomi dunia yang inklusif melalui sektor ketenagakerjaan," katanya.
Setiap negara anggota G20, tambah Hanif, harus terus berupaya mendukung longer working lives, dimana akan banyak tenaga kerja di usia tua yang perlu diakomodir untuk bekerja, agar mendapat hidup yang layak. Hal lain yang termuat dalam deklarasi, yaitu perlunya terus mendorong kesetaraan gender di negara-negara anggota G20 untuk mencapai Brisbane Goal.
"Perlu kami tekankan kembali bahwa pemerintah Indonesia sangat concern dan committ terhadap pencapaian agenda kerja layak untuk semua dan SDGs Goals No. 8. Indonesia juga mengajak dan mendorong kepada seluruh negara anggota untuk turut terus mengedepankan kerja layak," kata Hanif.
Semua negara anggota, lanjut Hanif, perlu merumuskan kebijakan yang tepat dalam menghadapi jenis pekerjaan baru yang muncul seiring dengan proses transformasi digital.
"Deklarasi tersebut dapat menjadi rujukan bagi Indonesia untuk menyusun strategi dan kebijakan terkait kerja masa depan," kata Hanif.
Sebagai negara anggota G20, Menaker Hanif menekankan bahwa Indonesia akan berupaya menindaklanjuti rekomendasi yang relevan dalam deklarasi tersebut.
"Hal ini mengingat semangat deklarasi sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mewujudkan kerja layak bagi semua," kata Hanif.
Menaker juga memberikan apresiasi kepada pemerintah Jepang yang telah sukses menggelar G20 LEMM 2019 ini. Untuk 2020, Arab Saudi yang akan menjadi tuan rumah pertemuan ini.
Baca Juga: Wujudkan Reformasi Birokrasi, Kemnaker Canangkan Gerakan Tertib Sadar Arsip
"Saya juga menyambut baik kesempatan bagi Arab Saudi untuk menjadi Presidensi G20 tahun 2020. Saya berharap, tahun depan di bawah Presidensi Arab Saudi, juga dapat melanjutkan diskusi-diskusi yang telah dibahas di bawah Presidensi Jepang tahun ini, agar dapat menghasilkan diskusi yang berkelanjutan," kata Hanif.
Pada Forum LEMM 2019 ini, Menaker menjadi pembicara pada Sesi II terkait "Youth Employment". Menaker menyampaikan tantangan dan kebijakan yang dihadapi Indonesia dalam menikmati bonus demografi dan meningkatnya jumlah kaum muda di era digital ekonomi.
Kondisi itu, lanjutnya, menuntut perubahan kebijakan dan program pembangunan manusia yang komprehensif sehingga bonus demografi dapat menjadi suatu keberuntungan bagi pembangunan di Indonesia.
"Selain itu, juga harus ada reformasi sistem ketenagakerjaan di dalam negeri, agar mampu beradaptasi dengan perkembangan industri dunia yang sangat cepat," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Presiden Prabowo: Bantuan Bencana Wajib Transparan, Tak Ada Ujung-ujungnya Nagih
-
Semua Gardu Induk Aceh Bertegangan, PLN Kejar Pemulihan 180 Desa Masih Padam
-
Siapa Sosok Guru Nur Aini? Mendadak Dipecat Karena Curhat Jarak Sekolah Jauh
-
Prabowo: Bantuan Bencana Dibuka Seluas-luasnya, Tapi Harus Transparan dan Tanpa Kepentingan
-
Prabowo Instruksikan Danantara Koordinasi Ketat Bangun Hunian Pengungsi agar Tak Tumpang Tindih
-
DPRD Lebak Dorong Penindakan Tambang Ilegal demi Cegah Bencana Ekologi
-
Penyebab Civic Ringsek di Bundaran HI, Polisi Ungkap Dugaan Pengemudi Muda Tak Fokus
-
Libur Tahun Baru 2026, Pengunjung Ragunan Diprediksi Tembus 100 Ribu Orang
-
Malioboro Belum Sepi! Wisatawan Masih Belanja Oleh-oleh Sebelum Pulang
-
BMKG Catat 1.556 Gempa Guncang Aceh Sepanjang 2025, Naik 39 Persen dari Tahun Lalu