Suara.com - Satu remaja pengidap HIV AIDS meninggal dunia, setelah dikurung orangtuanya. Kabar itu dibagikan oleh pekerja sosial Arm Ly melalui jejaring Twitter.
Orangtua bocah 15 tahun tersebut memilih mengurung anaknya di ruang kedap udara. Ayah dan ibunya merasa malu karena sang anak pengidap HIV AID.
Dikutip dari World of Buzz, kabar menyedihkan soal bocah itupun sampai kepada pekerja sosial.
Saat mereka menyambangi rumah bocah itu, pekerja sosial mendengar permintaan menyedihkan dari anak tersebut.
"Aku tidak ingin mati. Aku ingin baju lebaran warna ungu, silahkan tangkap aku," pinta bocah tersebut.
Karena kondisi bocah yang terkurung di ruang kedap udara itu kian emprihatinkan, petugas medis segera memberikan bantuan.
Namun, saat hendak membawa korban menggunakan mobil ambulans ke rumah sakit, ibunya justru melontarkan kalimat kasar kepada petugas.
"Jika Anda bisa, perpendek umurnya. Dia menyusahkan hidupku," katanya.
Bocah pengidap HIV menjalani perawatan di rumah sakit selama beberapa waktu. Para pekerja sosial kerap menjenguknya dan membawakan baju lebaran berwarna ungu seperti yang ia inginkan.
Baca Juga: Top 5 Health : Waspada Donor Darah Positif HIV, Mr P Besar Dituduh Mencuri
"Jelang hari lebaran, kami berharap di bisa bangun dari tidurnya dan merayakan Lebaran. Aku telah meminta perawat untuk memandikannya dan mengenakan pakaian ungu," tulis Naj Mi, seorang pekerja sosial melalui blognya.
Namun takdir berkata lain, para pekerja sosial yang tidak bisa setiap saat berkunjung ke rumah sakit belum lama ini mendapatkan kabar duka.
Ibu dari bocah pengidap HIV mengirimkan surat elektronik dan mengabarkan bahwa anaknya telah meninggal dunia.
Seketika kabar itu membuat para pekerja sosial berduka, tak terkecuali dengan Arm Ly yang mengungkap penyesalannya.
"Bocah umur 15 tahun didiagnosis HIV, menangis minta bantuan sementara ayah dan ibunya mengurungnya dalam ruangan. Kami berusaha menolong namun tak bisa terus menjaganya, akhirnya dia kembali ke pangkuan Allah. Kejadian seperti ini membuatku meneruskan pekerjaanku, menebus dosa karena terlambat bertindak," tulis Arm Ly, Minggu (6/10/2019).
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Nama Dirjen Bea Cukai Terseret Kasus Blueray, KPK Diminta Jalankan Perintah Presiden
-
Bermula dari Area Parkir, Polisi Bongkar Penyimpanan 1.000 Butir Ekstasi di Apartemen Greenbay Jakut
-
Grace Natalie Siap Temui Jusuf Kalla Usai Dipolisikan: Saya Tidak Ada Masalah Pribadi
-
Nadiem Klaim Permendikbud Soal Pengadaan Chromebook Tak Terkait Investasi Google ke Gojek
-
Soal Polemik Cerdas Cermat di Kalbar, Setjen MPR RI Janji Evaluasi Menyeluruh
-
Pembangunan 357 Huntap Rampung, Penyintas Bencana Bersiap Tinggalkan Hunian Sementara
-
Juri Cerdas Cermat Empat Pilar Keliru Beri Nilai, Waket MPR Minta Maaf: Kami Evaluasi Total
-
Grace Natalie Siap Tanggung Jawab Buntut Video JK: Tak Ada Pelanggaran Hukum
-
TAUD Curiga Sidang Militer Jadi Ajang Jebak Andrie Yunus Saat Hadir Bersaksi
-
Bayar Stafsus Pakai Uang Pribadi, Nadiem Ngaku Rugi Tiap Bulan Selama Jadi Menteri