Suara.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan bahwa menanggulangi kemiskinan itu bukan hanya dilakukan dengan menyediakan subsidi. Akan tetapi bagaimana caranya pemerintah berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Seperti halnya sebuah perusahaan, JK menjelaskan bahwa tingkat kemiskinan itu bisa diatur apabila pendapatan lebih kecil dari pengeluaran.
Semisal program kesehatan yang diberikan gratis oleh pemerintah. Ataupun penjualan beras yang harganya terjangkau. Di samping itu juga pemerintah berupaya untuk meningkatkan nominal upah minimum regional (UMR) untuk mensejahterahkan masyarakat.
Tugas dari masing-masing kementerian itulah yang akhirnya mendorong kesejahteraan masyarakat yang sama dengan menanggulangi kemiskinan.
"Semua menteri tentu tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan, meningkatkan kesejahteraan maknanya penting," kata JK saat berpidato dalam acara Penyampaian Laporan Akhir TNP2K di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (9/10/2019).
Lagipula menurutnya cara untuk menanggulangi kemiskinan bukan hanya dilakukan hanya dengan cara memberikan subsidi. Namun, justru penanggulangan itu bisa dilakukan oleh pemerintah memperbaiki berbagai sektor seperti membangun infrastruktur atau pun menjaga daya tingkat beli masyarakat.
"Itu artinya menjaga tingkat daya beli masyarakat atau malah meningkatkan daya beli masyarakat, itu juga menanggulangi kemiskinan," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati
-
Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak
-
Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita
-
Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733