Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump geram terhadap serangan militer Turki terhadap pasukan Kurdi di Suriah. Dia menganggap serangan yang dilakukan Turki ini merusak apa yang telah dicapai Amerika.
Melalui cuitan yang diunggahnya pada Kamis(10/10/2019), Trump mengungkapkan ada tiga pilihan yang bisa Amerika lakukan terhadap serangan militer tersebut.
Segera setelah Trump memerintahkan pasukan AS ditarik keluar, Turki melancarkan serangannya. Turki melancarkan serangan militer terhadap pasukan Kurdi di Suriah timur laut.
"Kami mengalahkan 100% kekhalifahan ISIS dan tidak lagi memiliki pasukan di daerah yang diserang oleh Turki, di Suriah. Kami melakukan pekerjaan dengan sempurna! Sekarang Turki menyerang Kurdi, yang telah saling bertarung selama 200 tahun...." tulis @realDonaldTrump.
Donald Trump berharap dapat menengahi peperangan antara Turki dan pasukan Kurdi.
"Kami memiliki satu dari tiga pilihan: Kirim ribuan pasukan dan menang secara militer, menyerang Turki sangat keras baik secara finansial dan dengan sanksi, atau melakukan mediasi kesepakatan antara Turki dan Kurdi!" kata Trump.
"Saya harap kita bisa menengahi," kata Trump ketika ditanya oleh wartawan di Gedung Putih tentang pilihan mana yang akan ditempuh.
"Turki tahu di mana aku berdiri," imbuhnya. Trump berpikir rakyat Amerika tidak ingin melihat militer AS dikirim kembali ke wilayah tersebut.
"Kami mungkin akan melakukan sesuatu yang sangat, sangat sulit sehubungan dengan sanksi dan hal-hal keuangan lainnya," kata Trump tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Baca Juga: Ditusuk Teroris, Usus Halus Wiranto Dipotong 40 Sentimeter
Sebagaimana dilaporan Aljazeera, pasukan AS ditarik dari Suriah setelah Donald Trump berbicara melalui telepon dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Minggu (6/10/2019).
Turki telah lama memandang pasukan Kurdi sebagai teroris. Mereka telah berulang kali mengancam melakukan serangan terhadap pejuang Kurdi di Suriah yang didukung AS.
Sebabnya, Ankara mengklaim ada hubungan antara pejuang Kurdi Suriah dengan gerilyawan Kurdi yang beroperasi di perbatasan Turki.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
Terkini
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Kerry Adrianto Merasa Dijebak dalam Kasus Korupsi Pertamina
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
-
Unik, Aksi Massa di Mapolda DIY Bergerak Organik Tanpa Orasi dan Tuntutan Tertulis
-
Aksi di Mapolda DIY: Massa Kecam Kekerasan Aparat yang Tewaskan Bocah di Maluku
-
Terkuak! Bukan Polisi, Pelaku Penganiaya Pegawai SPBU di Cipinang Ternyata Wiraswasta
-
Rekaman CCTV Ungkap Kronologi Kecelakaan Transjakarta dan Ojol di Gunung Sahari
-
Cak Imin Desak Pekerja Migran Harus Punya Ijazah Minimal SMA, Ternyata Ini Alasannya?
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas