Suara.com - Satuan reserse dan kriminal Polres Padang Panjang, Sumatera Barat menangkap tersangka guru cabul yang tega mengamili siswinya sendiri. Pelaku diketahui sebagai guru honorer di daerah itu.
Kapolres Padang Panjang, AKBP Sugeng Hariadi, Selasa (15/10/2019) mengungkapkan tersangka berhasil ditangkap setelah orang tua korban membuat laporan polisi pada tanggal 14 Oktober 2019.
"Tersangka ID (51) merupakan seorang guru honorer yang beralamat di daerah Kota Padang Panjang, diduga kejadian tersebut dilakukan sejak tahun 2018 lalu karena usia kehamilan korban sudah mencapai 8 bulan," kata Sugeng sebagaimana dilansir dari Covesia.com (jaringan Suara.com), Rabu (16/10/2019).
Sugeng menjelaskan, sebelumnya orang tua korban sering melihat anaknya yang sering kelelahan. Kemudian oleh orang tuanya membeli alat tes kehamilan dan melakukan tes urine pada 13 oktober 2019. Hasilnya, menunjukkan korban positif hamil.
"Selanjutnya orang tua korban membawa anaknya ke bidan untuk memeriksakan kandungan anaknya dan berdasar pemeriksaan tersebut diketahui usia kehamilan korban telah mencapai 37-38 minggu," jelas Sugeng.
Mengetahui anaknya dihamili pelaku, orang tua korban dan masyarakat mendatangi ID yang sedang memainkan alat musik di studio musik di daerah itu dan tersangka sempat dihajar massa sebelum akhirnya diserahkan ke Polres Padang Panjang.
"ID diamankan massa di salah satu studio music di Kelurahan Balai, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang dalam kondisi babak belur dihajar massa," imbuh Sugeng.
Atas perbuatannya itu, pelaku terancam hukuman 20 tahun penjara tentang Undang-undang Perlindungan Anak.
Baca Juga: Pelaku Pencabulan Anak di Posko Taman Bacaan Ngaku Hanya Beri Kasih Sayang
Berita Terkait
-
Pelaku Cabul di KRL Ternyata Baru 9 Hari Bekerja di Kantor Wali Kota Jakbar
-
Dalih Tak Dapat Jatah Istri, Keponakan Diperkosa hingga Pendarahan
-
Pengojek di Serang Cabuli Anak Usia Tiga Tahun Saat Dititipkan di Rumahnya
-
Ganjaran 20 Tahun Penjara Bagi Guru Pelaku Sodomi 20 Siswa di Sumbar
-
Pakai Kain Sarung Tanpa Celana Dalam, Pria Ini Cabuli Anaknya yang Tertidur
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!