Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata semakin gencar mempromosikan destinasi wisata yang di Indonesia. Melalui Wonderful Indonesia Kementerian Pariwisata menebarkan pesonanya di ITB Asia, 16-18 Oktober 2019.
Lima destinasi prioritas langsung diangkat ke permukaan. Dari mulai Danau Toba di Sumatera Utara, Borobudur di Jawa Tengah, Labuan Bajo di Flores, Mandalika di Lombok, hingga Likupang di Sulawesi Utara menjadi topik utama yang diangkat di ITB Asia News.
Temanya menarik. Masih sangat oke. Maklum, isunya masih hangat. Belum jauh dari tindaklanjut Kunker Presiden Jokowi di Borobudur, Danau Toba, Mandalika maupun Labuan Bajo.
Yang mengulas juga sangat kompeten. Topiknya langsung dipaparkan detil oleh Rizki Handayani, Deputi Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata.
Poin yang diulas di ITB Asia News pun sangat relevan. Pertama, seluruh infrastruktur dasar dan utilitas dasar akan tuntas di tahun 2020. Diantaranya, Jalan, Air, Listrik, Internet (Telekomunikasi) di semua destinasi itu.
"Sekarang kami sedang membangun Bandara Yogyakarta International Airport dan meng-upgrade Bandara Komodo. Kami juga sedang merencanakan pembangunan luxury yacht marina di Likupang. Juga Sirkuit MotoGP di Mandalika. Semua running," tutur Rizki Handayani, Deputi Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, Rabu (16/10/2019).
Poin keduanya juga cukup oke. Topiknya mengejar quick win. Secara parallel selama proses merampungkan infrastruktur dan utilitas dasar itu, juga memulai membangun kawasan yang sudah clear and clean di zona otoritatif. Karena itu, di setiap destinasi itu critical success factor, yang ketika disentuh impact-nya akan sangat besar.
Ketiga, strategi promosi yang juga sudah sudah dimulai. "Di sinilah saya menyampaikan pokok-pokok pikiran yang mendown load frame work yang biasa dipreseentasikan Pak Menpar Arief Yahya, terkait dengan marketing. Basisnya Digital Tourism 4.0," tambahnya.
Kebetulan, Indonesia punya menteri yang ahli marketing. Dewanya digital, jagoan branding dan memiliki rumus atau frame yang berlaku umum.
Baca Juga: Jadi Magnet Wisata Belanja, Kemenpar Ingin Indonesia Great Sale Rutin
Rumusnya bervariasi. Di antaranya ada DOT, BAS, POSE, dan POP. DOT, singkatan dari Destinasi, Originasi, Timeline. Dalam manajemen, produk pariwisata itu adalah destinasi (D). Yang dijual, dipromosikan, dipasarkan, adalah destinasi. Strategi ini langsung di gas di ITB Asia 2019 Singapore.
"Strateginya sudah bagus. Jangan lupa portofolio produk Pariwisata itu ada Culture, Nature dan Manmade. Alasan traveler berwisata ke Indonesia itu, 60 persen culture, 35 persen nature dan 5 persen manmade," timpal Dessy Ruhati, Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar.
Wanita berkerudung itu terlihat sangat optimistis. Apalagi, saat di ITB Asia 2018, costomer pariwisata disambungkan dengan promosi yang tepat waktu atau punya Timeline (T) yang pas. Menentukan kapan waktu promosi, menggunakan digital, big data, data customer, hingga kapan mereka mulai memikirkan wisata, dari Searching (Looking), Booking, Payment.
"DOT ini, berada di level basic. Dilanjutkan dengan BAS, Branding, Advertising, Selling. Apakah produk kita sudah punya positioning? Sudah punya deferentiating? Misalnya Borobudur, brandingnya adalah “World Heritage Masterpiece” atau dalam bahasa Indonesianya, Mahakarya Budaya Dunia. Maka, message itu harus terasa di setiap materi promosi yang kami tebar di ITB Asia 2019," tambahnya.
Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan, promosi lima destinasi super prioritas akan terus dilakukan di berbagai event. Apalagi, pemerintah Indonesia sudah membahasnya secara mendalam pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata III, di Swisshotel Jakarta, tangal 10-11 September lalu.
“Strategi ini sejatinya bukan hanya buat Destinasi Super Prioritas saja. Semua destinasi bisa menggunakan framework ini. Tinggal diimplementasikan dengan baik di lapangan, karena menyangkut destinasi atau produk, originasi atau customers atau pasar, timeline atau waktu," terang Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.
Berita Terkait
-
Ini Top Five Menteri di Era Jokowi - JK Versi Alvara Research Center
-
Bandara Radin Inten II akan Layani Penerbangan Langsung Haji dan Umroh
-
Batam Bidik 300 Pegolf Mancanegara di 14th Nongsa Cup Golf Tournament 2019
-
Tasikmalaya October Festival 2019 Dimeriahkan 50 Sanggar Seni
-
Menteri Pariwisata Optimistis Sirkuit MotoGP Mandalika Rampung 2021
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
Terkini
-
Baru Tiba dari Luar Negeri, Prabowo Langsung Kumpulkan Menteri di Hambalang
-
Mayat Wanita Membusuk di Kali Pesanggrahan, Suami Histeris di TKP, Ada Apa?
-
Seskab Ungkap Percakapan Prabowo dan Zidane di Swiss, Bahas Rencana Besar?
-
Badan Geologi Ingatkan Longsor Susulan Masih Mengintai Cisarua, Ini Pemicunya
-
Percepatan Relokasi dan Tata Ruang Aman Jadi Fokus Mendagri Pascabencana
-
Langsung Ditelepon Prabowo, Menteri Trenggono Ungkap Kondisinya Usai Pingsan Saat Upacara
-
Bantah Tebang Pilih, Satgas Ungkap Proses di Balik Perintah Prabowo Sikat 28 Izin Perusahaan
-
Pengamat Nilai Pengacara Nadiem Tak Siap Hadapi Jaksa, Apa Alasannya?
-
Kasus Suami Jadi Tersangka Usai Bela Istri dari Jambret di Sleman, Ini Kronologi Versi Polisi
-
JPO 'Melayang' JIS-Ancol Bakal Jadi Ikon Baru Jakarta, Kapan Bisa Digunakan?