Suara.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menanti purna tugas yang akan dihadapinya pada 20 Oktober 2019 mendatang.
Meskipun tidak akan lagi menjabat sebagai wapres, namun kemurahan hati seorang JK akan selalu terkenang.
Seperti yang dilakukannya dengan seluruh pegawai Sekretariat Wakil Presiden di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (18/10/2019).
JK bersama Istri Mufidah Kalla mau meladeni seluruh pegawai Setwapres untuk berfoto bersama dirinya per divisi.
JK dikenang sebagai sosok yang baik dan juga menghargai teman. Seperti yang disampaikan oleh Robby, Kepala Bagian Penerbitan Media Massa dan Notulen Biro Protokol saat ditanya soal sosok JK.
JK yang lahir di Watampone, Sulawesi Selatan itu setidaknya harus menghadiri undangan hingga 7 agenda per harinya.
"Kami enggak kaget atau aneh. Beliau memang seperti tu. Apalagi periode pertama sehari bisa sampai belasan titik. Sekarang sih maksimal 6 sampai 7 titik," kata Robby.
Apalagi kata Robby, JK selalu mengusahakan untuk menghadiri acara undangan pernikahan. Bukan hanya sekedar hadir, JK juga tidak menolak untuk mencicipi makanan yang disajikan dalam resepsi pernikahan.
Robby menjelaskan bahwa hal tersebut dilakukan JK karena tidak lepas dari adat Bugis.
Baca Juga: Wapres JK Pamit, Menteri Luar Negeri dan Menteri Keuangan Menangis
"Ternyata kalau di adat Bugis, kalau disuguhi harus dicicipi walau sedikit. Itu nilai-nilai yang makin buat kita berharga juga untuk belajar dari pak JK," katanya.
Berita Terkait
-
JK: Selamat Bagi yang Terpilih Lagi, yang Ikut Saya Silakan Istirahat
-
Indonesia jadi Anggota Dewan HAM PBB, JK: Ingat Risikonya!
-
JK: Amendemen Bisa Dilakukan Tapi Presiden Tidak Bisa Mandataris MPR
-
KPK Getol OTT, JK: Itu Baik Tapi Jangan Bikin Ketakutan
-
Selama jadi Wapres, JK Akui Tak Bisa Wujudkan Indonesia Makmur
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT