Suara.com - Tuduhan politikus PDI Perjuangan Dewi Tanjung kepada penyidik KPK Novel Baswedan disebut sedang melakukan penggiringan opini agar kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik KPK itu seolah-olah direkayasa.
Perwakilan Tim Advokasi Novel, Alghiffari Aqsa menduga pelaporan yang dilakukan Dewi bertujuan untuk mengecilkan dukungan masyarakat terhadap kasus Novel yang masih mangkrak di kepolisian.
"Patut diduga laporan ini bermaksud menggiring opini publik untuk mengaburkan dan mengecilkan dukungan kepada upaya penuntasan kasus penyiraman air keras Novel Baswedan, penolakan terhadap pelemahan KPK, dan gerakan pemberantasan korupsi di Indonesia secara keseluruhan," kata Aqsa dikonfirmasi, Jumat (6/11/2019).
Alghiffari curiga ada agenda besar di balik langkah Dewi yang melaporkan Novel atas dugaan merekayasa kasus penyiraman air keras. Pasalnya, kasus ini bersamaan dengan tuntutan masyarakat yang mendesak Presiden Jokowi untuk segera menerbitkan Perppu KPK.
"Laporan ini dilakukan bersamaan waktunya dengan desakan publik tentang penerbitan Perppu KPK dan desakan agar kasus penyiraman mata Novel, penyidik KPK, segera dituntaskan. Sehingga menimbulkan pertanyaan mengapa laporan ini dilakukan saat ini, mengingat kasus ini sudah berjalan hampir tiga tahun (penyiraman Novel)," ujarnya.
Terkait tuduhan Novel Baswedan merekayasa kasus, tim advokasi pun menyatakan sikap sebagai berikut:
Satu, meminta kepolisian untuk tidak melanjutkan proses hukum terhadap laporan yang diajukan oleh Politisi PDIP.
Kedua, akan mengambil langkah Hukum baik perdata maupun pidana terkait dengan fitnah yang ditujukan kepada Novel Baswedan.
Ketiga, mendesak kepada Presiden RI, Bapak Joko Widodo untuk segera menuntaskan pengungkapan kasus Novel dengan membentuk Tim Independen yang bertanggungjawab secara langsung kepada Presiden
Baca Juga: Polisi Pelajari Laporan Politikus PDIP Dewi Tanjung yang Perkarakan Novel
Keempat, meminta dukungan masyarakat untuk terus mengawal penuntasan kasus Novel maupun kasus teror dan serangan terhadap penyidik atau pimpinan KPK yang merupakan bagian dari upaya pelemahan KPK dan semangat pemberantasan korupsi.
Berita Terkait
-
Dituduh Rekayasa Kasus, Novel Baswedan Bakal Diperiksa Polisi
-
Tim Advokasi Novel: Laporan Politikus PDIP Ngawur, Buat Giring Opini Publik
-
Polisi Pelajari Laporan Politikus PDIP Dewi Tanjung yang Perkarakan Novel
-
Laporkan Novel, Politikus PDIP Dewi Tanjung Ternyata Hobi Lapor Polisi
-
Novel Dilaporkan Politikus PDIP, KPK: Tindakan di Luar Batas Kemanusiaan
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Warga Tanah Abang Deklarasi Perang Lawan Tramadol: Dijual Terang-terangan, Aparat Diminta Bertindak
-
Membahayakan! 950 Dapur MBG Terancam Ditutup Permanen karena Tak Higienis
-
Iqbal Ramadhan Totalitas Perankan Ijal di Film Operasi Pesta Copet
-
Nissan X-Trail e-POWER e-4ORCE Melantai di GIIAS 2026 Usung Konsep Petualang
-
Malaysia Airlines: Pilot yang Selundupkan Narkoba ke Jakarta Tidak Bawa Pesawat
-
Bayar BPJS Dapat Cashback 10 Persen di BRImo, Begini Caranya
-
7 HP Gaming Samsung 5G Terbaik 2026, Mulai Rp2 Jutaan!
-
Kemampuan Membaca Indonesia Masih di Bawah 50%
-
Cara Dapat Cashback 50 Persen Voucher Game di BRImo
-
Menjadi Kapten, Menjadi Manusia: Pelajaran Hidup dari Memoar 'BEPE20: Pride'