Suara.com - Para wanita di Jepang menyerbu Twitter dan memprotes kebijakan yang melarang penggunaan kacamata untuk bekerja. Tagar "glasses are forbidden" menjadi trending topic.
Dilansir dari Straitstimes, Minggu (10/11/2019), tagar itu banyak dipakai warganet setelah sebuah acara televisi Jepang mengekspos bisnis yang memaksakan larangan tersebut kepada pegawai wanita.
"Ini adalah aturan yang kedaluwarsa," ucap salah satu pengguna Twitter yang juga menambahkan tagar "glasses are forbidden" di cuitannya.
Sementara warganet yang lain merasa alasan yang diberikan oleh pemilik bisnis itu tidak masuk akal.
Seorang wanita yang bekerja di restoran menceritakan dalam cuitan di Twitter bahwa dia berulang kali diberitahu untuk tidak memakai kacamata.
Alasannya karena itu dianggap terlihat "kasar". Cuitan itu bahkan sudah dibagikan hampir 13 ribu kali.
"Jika larangan mengenakan kacamata itu hanya ditujukan untuk perempuan, ini adalah diskriminasi terhadap perempuan," kata Kanae Doi, direktur kelompok advokasi global, Human Rights Watch di Jepang, kepada Thomson Reuters Foundation, Jumat (8/11).
Awal tahun ini juga muncul kampanye yang menuntut perusahaan Jepang berhenti memaksa staf wanita untuk memakai sepatu hak tinggi saat bekerja.
Lebih dari 21 ribu orang menandatangani petisi online terkait kampanye itu. Kampanye memprotes sepatu hak tinggi di tempat kerja ini dimulai oleh aktris Jepang, yang dikenal sebagai gerakan #KuToo.
Baca Juga: Disentil KPK Gara-gara Kacamata Gucci, Mulan Jameela Berterima Kasih
Menanggapi hal itu, seorang Menteri di Jepang mengatakan adanya ekspektasi aturan berpakaian yang "perlu dan sesuai" di tempat kerja.
Saat ini Jepang berada di peringkat 110 dari 149 negara dalam World Economic Forum berdasarkan laporan Global Gender Gap Global World Forum. Jepang jauh di belakang negara-negara maju lainnya terkait isu kesetaraan gender.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Dilarang Dekat Mabes, BEM UI Beberkan Rapor Merah 602 Kasus Kekerasan Polri di Depan Gedung ASEAN
-
Presiden Belarus Tiba di Jakarta, Disambut Menhan Sjafrie Sjamsoeddin
-
Dapat Kado Keranda Mayat dari BEM UI, Kapolri Akui Polri Belum Sempurna dan Butuh Kritik
-
Kepalanya Busuk, Bawahnya Pasti Busuk! BEM UI Meradang Usai Aksi Bawa Keranda Dihadang
-
Kado Keranda Mayat BEM UI Dilucuti Polisi, Demo #MatinyaReformasiPolri Ricuh
-
Tarif Transjabodetabek Bisa Berubah Total, Pola Jauh-Dekat Beda Harga
-
Buntut 5 Peserta Tewas, Kemhan Pangkas Durasi Latihan SPPI Jadi 2 Pekan
-
Disekat Mulai dari Pintu Masuk! Begini Skenario Ketat Sidang Perdana dr Tifa Besok
-
Drama Penyekapan Senen: Korban yang Disekap dan Dirantai Kini Dilaporkan Kasus Pencurian
-
Buntut Tragedi 5 Peserta Meninggal, Kemenhan Hapus Materi Militer dan Senjata di Program SPPI