Suara.com - Wakil Koordinator Bidang Pratama DPP Golkar Bambang Soesatyo alias Bamsoet membandingkan Golkar dengan partai lain yang sudah menentukan arah politik untuk 5 tahun ke depan, bahkan beberapa sudah menentukan calon presiden untuk Pilpres 2024.
Bamsoet melihat Partai Nasdem yang baru saja melakukan kongres di Kemayoran, Jakarta Pusat akhir pekan lalu, saja sudah menentukan beberapa nama menjadi calon presiden untuk pilpres 2024.
"Kami sudah ketinggalan dengan partai-partai lain. Nasdem bahkan sudah berpikir ke depan, berpikir calon presiden 2024. Nasdem sudah mencanangkan konvensi calon presiden untuk 2024," kata Bamsoet dalam diskusi bertajuk Golkar Mencari Nakhoda Baru di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (12/11/2019).
Sementara Golkar, kata Bamsoet, masih berkutik dengan masalah internal partai saja.
"Kita jangankan konvensi, untuk kita bicara Pilkada di depan mata saja belum sempat kita bicarakan," ucapnya.
Bamsoet yang hingga kini belum menyatakan diri maju dalam bursa calon Ketua Umum Golkar meminta permasalahan ini segera diselesaikan sebelum Musyawarah Nasional yang digelar pada Desember mendatang.
"Mudah-mudahan 3 minggu ini bisa selesai dan kami lalui dengan baik, dan siapa pun yang terpilih menjadi ketua Partai Golkar timbul kesadaran bahwa memimpin itu merangkul, bukan memukul," tutup Bamsoet.
Berita Terkait
-
Bamsoet Sebut Internal Golkar Saling Sikut Jelang Munas
-
Jokowi Peluk Erat Surya Paloh di Kongres NasDem
-
Anies Baswedan Bakal Capres Nasdem 2024? Surya Paloh: Ah, Salah Itu
-
Masuk Bursa Capres 2024, Anies: Presiden Jokowi Saja Baru Sebulan Dilantik
-
Masuk Bursa Capres Nasdem, Emil: Saya Tak Mau Bahas yang Tidak Jelas
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar