Pebriansyah Ariefana | Ria Rizki Nirmala Sari
Rabu, 27 November 2019 | 14:06 WIB
Musyawarah Nasional APPSI VI tahun 2019, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (25/11/2019). [Suara.com/Ria Nirmala Sari]

Suara.com - Wakil Presiden Maruf Amin mengatakan bahwa agama Islam kerap dijadikan dalih untuk dilakukannya radikalisme. Padahal Ma'ruf menyebut kalau Islam bukan lah agama yang bersifat mendorong kebencian baik kepada sesama hingga kepada pemerintah.

Ma'ruf mengatakan bahwa agama Islam selalu mengajarkan segala kebaikan dan juga cinta terhadap sesama. Akan tetapi agama Islam justru malah dimanfaatkan untuk dijadikan topeng bagi pelaku radikalisme.

"Sekalipun banyak dalih yang digunakan untuk menjustifikasi radikalisme, radikalisme agama termasuk yang paling sering digunakan," kata Ma'ruf saat menyampaikan kuliah umumnya dalam acara Dies Natalies ke-36 Universitas Islam Malang (Unisma), Jawa Timur, Rabu (27/11/2019).

"Agama Islam, agama yang diturunkan Allah SWT melalui Nabi Besar Muhammad SAW sebagai agama yang memberi rahmat bagi seluruh semesta, digunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab untuk mencapai tujuan dengan menggunakan cara-cara kekerasan," sambungnya.

Menurut Ma'ruf bagaimana mungkin kalau agama Islam malah mengajarkan sikap permusuhan terhadap sesama. Dirinya pun menyimpulkan kalau ada pihak yang mendorong kebencian kepada negara atau pemerintah maka hal tersebut tidak sesuai dengan sifat Islam.

"Karena itu, jika ada sikap yang mendorong kebencian, baik itu kepada negara, pemerintah atau golongan lain, maka itu sesungguhnya bukan sifat Islam," tandasnya.

Read more...