Suara.com - Politikus Partai Demokrat Andi Arief mempertanyakan keterangan resmi yang dikeluarkan Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman terkait pemilihan presiden oleh MPR. Ia menyoroti kop surat yang tertera dalam rilis tersebut.
Bukan tanpa sebab, sepengatahuan Andi Arief staf khusus presiden termasuk juru bicara secara administrasi tidak diizinkan memakai kop surat sendiri.
Hal itu disampaikan Andi Arief melalui Twitter pribadinya sebagai tanggapan dari postingan Fadjroel Rachman.
Sementara dalam rilis yang dikeluarkan, tertera kop surat bertuliskan Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi/Juru Bicara Presiden di samping logo Sekretaris Kabinet Republik Indonesia.
Untuk lebih jelasnya, Andi Arief pun mengingatkan jubir presiden untuk berkoordinasi dengan Sekretaris Kabinet atau Sekretaris Negara.
"Bro, cuma mengingatkan. Jubir atau staf khusus secara administrasi tidak boleh memiliki kop surat sendiri. Kalau gak salah ada aturannya, silahkan koordinasi dengan sekab/setneg. #cumamengingatkan," cuit Andi Arief, Jumat (29/11/2019).
Sebelumnya diketahui, melalui siaran pers, Jumat kemarin, Fadjroel Rachman menjelaskan bahwa presiden tetap dipilih rakyat secara langsung
Hal ini berdasar par konstitusi UUD 1945 Pasal 6A menyatakan bahwa Presiden dan Wakil Presiden dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat.
Presiden Joko Widodo, melalui Fadjroel, menolak usulan presiden dipilih oleh MPR. Ia menegaskan bahwa pemilihan presiden langsung merupakan bagian dari proses memperoleh pemimpin yang berkualitas.
Baca Juga: Hendak Salat Jumat, Warga Sampang Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK