Suara.com - Insiden pembantaian terhadap kucing terjadi di kawasan Sukajaya Laut, Lempasing, Lampung. Sekitar 25 kucing diikat lehernya lalu dibuang ke laut oleh seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa.
Informasi tersebut dibagikan oleh Cat Rescue Lampung. Saat itu, kelompok penyelamat kucing tersebut memperoleh adanya pembataian kucing pada Rabu (27/11/2019) di media sosial Facebook.
Kootdinator Lapangan Cat Rescue Lampung, Deny Indra Wijaya mengatakan awalnya pihaknya menjumpai unggahan berupa tangkap layar gambar pembantaian kucing.
Dari temuan tersebut, diperoleh informasi yang menyebut jika kejadian terjadi pada Selasa (26/11/2019). Tepatnya, kejadian terjadi di RT. 04, Sukajaya Laut, Lempasing, Lampung.
"Saya selaku korlap Cat Rescue Lampung berupaya untuk menindaklanjuti kasus ini karena ini sudah kelewatan. Sudah masuk ke Pasal 302 KUHP, kekerasan terhadap hewan. Kita upayakan untuk terjun ke lokasi untuk menggali informasi lebih dalam," kata Deny kepada Suara.com, Sabtu (30/11/2019).
"Ternyata informasi itu benar. Ada 20 sampai 25 ekor kucing dibantai atau dibunuh oleh pelaku. Menurut keterangan warga, pelaku mengalami gangguan jiwa," sambungnya.
Deny menuturkan, sosok pelaku berusia 30 tahun yang tidak disebutkan namanya tersebut melakukan pembantaian dengan cara menjerat leher kucing. Kemudian, pelaku melemparkan kucing-kucing tersebut ke laut.
"Pelaku ini membunuh dengan cara mengikat tali ke leher kucing lalu di lempar ke laut," kata dia.
Selanjutnya, pihak Cat Rescue langsung berkoordinasi dengan perangkat desa setempat untuk mengamankan pelaku. Kepada pihak keluarga, Deny menyebut kalau pihaknya sepakat untuk bermediasi.
Baca Juga: Paula Ditegur Warganet karena Main Kucing, Benarkah Bulu Kucing Berbahaya?
Mediasi tersebut adalah dengan membawa pelaku ke rumah sakit jiwa. Hal tersebut dilakukan guna diketahui apakah pelaku mengalami gangguan jiwa atau tidak.
"Jika ternyata di tes di rumah sakit jiwa pelaku mengalami gangguan jiwa, saya mohon izin dengan pihak keluarga untuk dibawa si pelaku ke rumah sakit jiwa. Hasil mediasi, keluarga setuju," kata Deny.
Hanya saja, pihak keluarga memunyai kendala dalam upaya membawa pelaku ke rumah sakit jiwa. Pasalnya, kekurangan biaya menjadi akar permasalahan.
"Ini tugas saya mengupayakan bekerja sama dengan pemerintah baik dinsos maupun rumah sakit jiwa untuk membantu menuntaskan kasus ini tapa dikenakan biaya agar tidak ada korban kucing lainnya," pungkas Deny.
Saat ini, puluhan bangkai kucing yang dilempar ke laut sudah di evakuasi. Pihak Cat Rescue dibantu warga juga telah menguburkan puluhan bangkai kucing tersebut.
Berita Terkait
-
Penelantaran Hewan di Yogyakarta Masih Tinggi, Setahun Sampai Ratusan
-
Sukses Selundupkan Kucing Kesayangan ke Pesawat, Aksi Nekat Pria Ini Viral
-
Imbauan Pengecekan Mesin dan Spakbor Mobil di Musim Hujan, Ini Alasannya
-
Viral Kucing Mati Dicekoki Ciu, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Aksi Bunuh Kucing di Mesin Cuci Viral, Ganesh Divonis 34 Bulan Penjara
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok