- Survei Adidaya Institute pada 1–8 Mei 2026 mencatat 68,8 persen responden percaya pemerintahan Prabowo-Gibran optimal memberantas korupsi.
- Langkah tegas pemerintah dalam penanganan kasus di Badan Gizi Nasional menjadi faktor utama penguatan kepercayaan publik tersebut.
- Sebanyak 68,2 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Prabowo serta mendukung program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis.
Suara.com - Survei Adidaya Institute menunjukkan adanya tingkat optimisme publik terhadap agenda pemberantasan korupsi yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dalam hasil survei tersebut, sebanyak 68,8 persen responden menyatakan percaya bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran bekerja baik dan optimal dalam upaya pemberantasan korupsi. Selain itu, 62,5 persen responden juga menilai penegakan hukum di bawah pemerintahan saat ini berjalan adil.
Direktur Politik dan Kebijakan Publik Adidaya Institute, Ahmad Fadhli, mengatakan temuan ini menunjukkan tingginya kepercayaan publik terhadap komitmen pemerintah dalam isu antikorupsi.
“Publik sangat percaya pemerintahan Prabowo-Gibran punya komitmen yang besar dalam pemberantasan korupsi,” ujar Fadhli dalam keterangan di Jakarta, mengutip dari ANTARA.
Ia menambahkan, salah satu faktor yang turut memengaruhi persepsi publik adalah langkah tegas pemerintah dalam penanganan kasus di Badan Gizi Nasional (BGN), di mana sejumlah pejabat disebut telah dicopot dan diproses oleh aparat penegak hukum.
Menurutnya, hal tersebut dipandang sebagai sinyal bahwa Presiden Prabowo tidak pandang bulu dalam penegakan hukum.
Di sisi lain, survei juga mencatat pandangan publik terkait wacana perombakan kabinet. Hanya 48,1 persen responden yang mendukung reshuffle dilakukan dalam waktu dekat, sementara 32,1 persen menolak adanya reshuffle saat ini.
Fadhli menilai hal ini dapat dibaca sebagai bentuk harapan publik agar kabinet yang ada diberi ruang untuk bekerja lebih optimal.
“Publik memberi kesempatan kepada menteri-menteri pilihan Presiden untuk menunjukkan kinerja yang lebih baik,” katanya.
Baca Juga: Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya di Kasus Korupsi MBG
Survei Adidaya Institute juga menunjukkan tingkat dukungan yang tinggi terhadap sejumlah program unggulan pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa-Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Dukungan publik tercatat tinggi, dengan 71,5 persen mendukung MBG, 75,6 persen mendukung KDKMP, dan bahkan 93,3 persen mendukung program CKG.
Meski demikian, responden tetap menyoroti persoalan utama pada aspek tata kelola program yang dinilai perlu terus diperbaiki.
Secara keseluruhan, survei mencatat 68,2 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Prabowo, sementara 27,1 persen menyatakan tidak puas.
“Di tengah ancaman perang dan ketidakpastian ekonomi global, angka kepuasan ini cukup mencerminkan optimisme publik,” ujar Fadhli.
Survei dilakukan pada 1–8 Mei 2026 melalui wawancara tatap muka terhadap 1.240 responden di 38 provinsi dengan metode probability sampling. Margin of error tercatat sebesar ±2,78 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, dengan kontrol kualitas melalui verifikasi lokasi dan dokumentasi responden.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
-
Menteri Perang Amerika ke Iran: Kalau Perlu Negosiasi Pakai Bom, Kami Lakukan
-
Pertamax Tembus Rp16.250! Ojol dan Mahasiswa Menjerit Terpaksa Turun Kelas ke Pertalite
-
Perang Lanjut! Serangan Balasan Iran Bobol Pangkalan Udara Israel, Hanggar Jet Tempur Luluh Lantak
-
'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung
-
Aksi Koboi Kades: Panjat Pagar dan Todong Pistol ke Warga Bekasi, Kini Disidik Polisi
-
Menenun Harapan Perempuan Penenun di Timur Indonesia Bersama Giro Kartini
-
Khofifah Bangga Program ADEM Cetak Generasi Papua Berprestasi, 51 Murid Lolos PTN
-
Lagi Ujian Diciduk Polisi! 2 Pelajar Palmerah Ditangkap usai Bacok Siswa SMK secara Acak
-
Satgas PRR Minta Optimalisasi TKD dan Hibah Antardaerah Tak Terhambat Birokrasi